Jalan Rusak Parah, Warga Bajo Barat Demo Tagih Janji Pemerintah

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Luwu, LiraNews.com — Akibat jalan yang rusak parah bertahun-tahun membuat warga di Kecamatan Bajo Barat melakukan aksi demonstrasi di pemerintahan kabupaten Luwu, menuntut perbaikan jalan secepatnya, pada Kamis (13/07/2017).

Desakan itu cukup beralasan sebab beberapa ruas jalan berlubang persis kubangan seperti yang disuarakan demonstran, untuk itu mereka dalam pernyataan sikap meminta agar segera dilakukan pengaspalan. Tak hanya itu, demonstran juga menuntut agar segera menutup kegiatan pertambangan oleh PT Harfiah, lantaran perusahaan tersebutlah yang mengakibatkan jalan rusak parah.

“Kami mendesak pemerintah maupun dewan agar segera menutup perusahaan tersebut. Perusahaan itu yang bikin rusak jalan, mereka ambil pasir (material) yang basah sehingga jalan becek karena beban berat kendaraan,” kata Hajar dalam orasinya.

Massa diterima diruang aspirasi, meski sebelumnya memanas lantaran tidak dihadiri instansi terkait. Tak lama berselang difasilitasi pihak dewan maka hadirlah perwakilan pemerintah Luwu, seperti tampak hadir, Kepala Bappeda Rudi, Kadis PU Ridwan Tumbalolo, Asisten II. Tampak juga hadir dari perwira kepolisian, Ketua dan anggota DPRD Luwu.

Dalam diskusi yang dibuka ketua DPRD Andi Muharir, sempat terjadi silang pendapat antara eksekutif dengan legislatif. Pihak dewan bertegas bila sudah maksimal dan berulangkali disampaikan bahkan mengeluarkan rekomendasi agar proyek tersebut segera dilaksanakan tahapan lelangnya.

“Perlu kami sampaikan ke masyarakat bila saya dan teman dapil 1, 3 dan 4 mengalah demi program dapil 2, sehingga anggaran itu diperuntukkan untuk pekerjaan jalan daerah Bajo Barat. Tapi itu bukan salah kami, eksekutif berkali-kali disampaikan melalui instansi pelaksana sampai kami harus keluarkan rekomendasi. Itu mengantisipasi batasan waktu hingga tanggal 21 juli sebab dana tersebut merupakan DAK (dana alokasi khusus). Nanti didengar apa alasannya,” beber Muharrir mewakili rekan dewan.

Dinas pelaksana pekerjaan umum, dalam penjelasannya mengatakan baru saja menerima surat pemberitahuan dari direktorat jenderal bidang jalan bahwa lagi mengupayakan perpanjangan waktu sebab mendengar beberapa daerah mengeluhkan hal ini.

“Ini surat kami baru dapat tadi. Bukan cuma kami yang merasa resah tapi hampir semua daerah. Makanya ditunggu seperti apa kebijakan kementerian keuangan. Kementerian PU lagi meminta perpanjangan waktu. Jadi sama-sama kita tunggu saja,” ucap Ridwan Tumbalolo, Kadis PU Luwu.

Informasi lelang didapatkan bahwa proses tahapan penandatanganan kontrak baru setelah tanggal 26 juli yang berarti ada selisih waktu 5 hari pasca batas waktu 21 juli 2017. LN-IDE

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sun Jul 16 , 2017
LiraNews.Com