Jatam: Resahkan Warga, Pt Injatama Coal Mining Buah Limbah Ke Laut

  • Whatsapp
banner 468x60

Bengkulu, LiraNews.Com – Perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, PT Injatama Coal Mining membuang limbah ke laut.

Sejak awal, menurut Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) kehadiran PT Injatama Coal Mining meresahkan masyarakat.

“Lahan pertanian masyarakat (280 hektar) di desa Gunung Payung “dicaplok”sejak 2010,” demikian JATAM dalam keterangannya di akun Facebooknya.

Tidak berhenti disitu, PT Injatama Coal Mining merusak (fungsi) Sungai Ketahun yang, merupakan sumber sumber air utama untuk irigasi sawah. Parahnya lagi, pada 2013 lalu, terjadi longsor di bibir tambang tepat di atas lahan pertanian masyarakat.

Akibatnya, 100 hektar lahan sawah rakyat tertimbun, sawah yang hampir panen berubah menjadi gundukan-gundukan tanah, sisa-sisa biji batu bara.

“Bukannya mengatasi longsor, PT Injatama Coal Mining malah menawarkan untuk membeli sawah-sawah masyarakat yang terkena longsor,” lanjutnya.

Kini, kebobrokan perusahaan ini bertambah dengan membuang limbah batu bara ke laut. Ekosistem laut jelas tercemar, dan nelayan pasti merasakan dampaknya. Hal ini terlihat dari rekaman Warga setempat terkait aktivitas perusahaan tambang tersebut.

Sementara itu Pardi Ridwanuddin mengomentari, bahwa apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan atau Daerah setelah mengetahui brengseknya korporasi buang limbah ke Laut sebagaimana terlihat di dalam video?

“Haqqul Yakin takkan ada penegakan hukum untuk perusahaan perusakan lingkungan ini karena Pemerintah telah menjadi bagian kecil dari narasi besar kapital,” tukas Deputi Advokasi, Hukum dan Kebijakan KIARA ini. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60