Jawaban BPS Sampang Meragukan, Anggaran dan Target Petugas Sensus Tidak Jelas

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Sampang, LiraNews – Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang sepertinya belum siap memberi jawaban pasti, berapa banyak petugas yang di butuhkan untuk sensus di Sampang pada tahun ini. Dan juga enggan memberi kepastian nominal alokasi anggarannya.

Shumara, SE. MM, mewakili Kepala Badan Pusat Statistik, enggan memberi kepastian berapa petugas sensus yang akan dibutuhkan tahun ini, juga soal nominal alokasi anggaranya. Ia hanya memberi jawaban perkiraan saja, Jum’at, (14/14/2020).

Jawaban tidak pastinya, karena saat awal kali ditanya, Kasubag menjawab 1000, tapi setelah diberitahu daerah tetangga mencapai 1.600, Ia bilang di Sampang sekitar segitu juga. Hal yang sama, saat ditanya anggaran, awalnya jawab perkiraan empat (4) Miliyar, setelah itu berubah dengan perkiraan enam (6) miliyar.

“Ia mas, perkiraan 1.600 yang dibutuhkan untuk menjadi petugas sensus. Ia mas, sekitar segitu, enam (6) miliyar anggaranya. Dan minggu besok pihak BPI Sampang akan menggelar Car Free Day, untuk lokasi akan ditaruh didepan Pasar Margalela Sampang,” tutur Kasubag saat ditanya berapa anggaran dan banyak petugas yang dibutuhkan.

“Mohon maaf mas, kami mau fokus ke Sensus Online dulu. Jangan tanya info pastinya berapa yang dibutuhkan untuk petugas sensus menual, karena perekrutan sensus secara menual masih bulan juli 2020. Sedangkan besok ini tanggal 15 Februari untuk sensus melalui online bisa dibuka,” lanjutnya.

Namun saat LiraNews ingin menemui langsung Kepala BPI Sampang, Heri Hardianto, S, Si. ternyata tidak bisa ditemui, dengan alasan ada rapat persiapan sensus online, juga persiapan Rapat Kordinasi Kecamatan (Rakorcam) yang akan digelar disetiap kecamatan dari pertanggal 15 hingga 26 Februari 2020.

Menanggapi hal itu, Sudar Jaya, SE. menyayangkan atas jawaban yang membingungkan.

Seharusnya diam tidak menjawab jika tidak tahu, tidak malah menjawab dengan perkiraan perkiraan yang meragukan, karena menyangkut anggaran, dinas terkait harus transparan.

“Masak iya, nominal alokasi anggaran sensus untuk tahun dua ribu duapuluh (2020) belum jelas, dan yang dibutuhkan untuk petugas sensus belum bisa dipastikan, padahal bulan enam sudah didepan mata tinggal tiga bulan lagi,” tukasnya. LN-Hilafran

Fri Feb 14 , 2020
Jakarta, LiraNews – Komisi II DPR mendesak agar budaya percaloan yang kerap terjadi dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dapat diberangus. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo pun mempertanyakan, apa sih upaya yang sudah dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam menutup ruang percaloan CPNS? “Apa upaya […]