Sambut Bulan Bung Karno, Padepokan Karang Tumanis Gelar Doa Bersama dan Kursus Pancasila

  • Whatsapp
Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis di daerah Bonang, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.
banner 468x60

Tangerang, LiraNews – Para pemuka agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman hingga kalangan muda generasi Z ikut dalam doa bersama dan Kursus Pancasila yang digelar di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis di daerah Bonang, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, pada Sabtu, (29/5/2021).

Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Ananta Wahana, menjelaskan bahwa acara doa bersama ini ditujukan untuk bangsa dan rakyat Indonesia yang sedang berjuang dengan pandemi Covid-19.

“Selain itu, doa bersama ini juga sebagai persembahan menyambut Bulan Bung Karno yang akan diselenggarakan sepanjang Bulan Juni 2021,” jelas Ananta Wahana.

Perayaan Bulan Bung Karno ini juga digelar acara Kursus Pancasila bagi kaum muda-mudi. Menghadirkan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat dan perwakilan dari pemuda Generazi Z, Abraham Garuda Laksana.

Foto: Ananta Wahana, Djarot Saiful Hidayat, Abraham Garuda Laksana

Ananta Wahana mengatakan, doa bersama serta Kursus Pancasila ini sangat penting, khususnya bagi generasi muda agar memiliki visi masa depan namun tidak lupa akan sejarah bangsa dan dari mana mereka berasal.

“Ini menjadi pengingat bagi generasi muda memasuki Bulan Bung Karno di Bulan Juni, sehingga generasi muda tidak lupa akan akar sejarah dan fondasi ideologi negerinya sendiri,” tegas Ananta Wahana sebagai pengasuh Padepokan.

Acara doa bersama itu dihadiri para tokoh dari lima agama resmi dan satu aliran kepercayaan di Indonesia. Hadir pula elemen-elemen perwakilan dari Ansor, PWNU, Gereja-gereja, Wihara, Pura, Pesantren, dan aliran kepercayaan. Tak ketinggalan beberapa kader PDI Perjuangan lengkap dengan seragam atribut Partai.

Beberapa tokoh masyarakat dari kalangan seniman dan budaya juga hadir mengisi acara, lengkap dengan tim Campur Sari. Beberapa Anggota DPRD Kota Tangerang juga ikut berdoa, termasuk Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo. Para hadirin terlihat mengikuti acara dengan tertib memakai masker dan menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Perwakilan dari pemuda Generazi Z, Abraham Garuda Laksana menyampaikan pesan penting dalam pembukaan kursus Pancasila.

Abraham Garuda Laksana yang akrab dipanggil Abe ini berbicara mengenai Blackberry dan Nokia yang dulu sempat menjadi jawara teknologi, tapi saat ini ternyata tidak terdengar lagi namanya karena kalah dilibas oleh Android dan iPhone.

Ia memberikan perbandingan itu untuk menunjukkan bagaimana nama besar Indonesia di masa lalu jangan sampai hilang semerbaknya dan sirna begitu saja, apalagi jika Indonesia gagap mengadaptasi perubahan zaman dan terlambat merangkul Generasi Z ke dalam politik.

Sontak pidatonya itu langsung mendapatkan perhatian dari khalayak yang hadir, termasuk Djarot Saiful Hidajat yang duduk di mimbar.

Abraham Garuda Laksana

Abe juga menyebutkan bagaimana anak muda belia dari Generasi Z seperti dirinya banyak yang sebetulnya buta ideologi dan tidak mengenal sejarah bangsanya sendiri.

Ia menilai ke depannya generasi muda yang abai politik dan tuna ideologi justru akan rawan terhasut oleh ideologi-ideologi asing, yang ujungnya justru mengancam toleransi, keberagaman, dan persatuan Indonesia.

Alasan-alasan inilah yang kemudian membuatnya bergabung dengan PDI Perjuangan sebagai partai dengan dasar ideologi serta arah perjuangan yang jelas.

Abe merasa bangga bisa bertemu dan berguru pada maha-guru ideologi Pancasila seperti Djarot Saaiful Hidajat.

Adapun Djarot Saiful Hidajat memuji keberanian dan pilihan politik pemuda seperti Abraham Garuda Laksana. Djarot pun menolak disebut maha-guru Pancasila, sebab dia sendiri masih senantiasa belajar bagaimana mempraktikkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Djarot mengingatkan betapa pentingnya pertanyaan Bung Karno di hadapan Dokuritsu Junbi Chosakai, yaitu Indonesia Merdeka itu dasarnya apa. Pertanyaan inilah yang kemudian menginspirasi Bung Karno, membawa pada penemuan Pancasila yang digali dari tradisi kebudayaan Indonesia yang kaya dan tua.

“Pancasila merupakan fondasi Indonesia yang merdeka dan tidak boleh diabaikan oleh generasi muda,” ungkap Mantan Wali Kota Blitar yang pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Djarot sempat menyinggung pengalamannya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang harus berhadapan dengan kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang kerap mencaci-maki.

Djarot pun mengingatkan agar generasi muda Indonesia mulai memantapkan posisi ideologis mereka, dengan mendalami serta mempraktikkan langsung Pancasila di tengah masyarakat.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60