Jika Mediasi Pencurian Udang Gagal, Proses Dilanjutkan Dengan Sidang

  • Whatsapp
banner 468x60

Lumajang, LiraNews – Jika mediasi perkara kasus pencurian udang di tambak udang PT Bumi Subur, menemukan kegagalan, maka akan dilanjutkan dengan proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang. Hal ini diutarakan oleh salah satu Tergugat atas nama TRS, kepada awak media ini.

Diungkapkan TRS, kalau diantara para pihak, Tergugat dari Direktur PT BS (HS) bersama TRS, dan Penggugat (AMR), sudah menyetujui, maka akan terjadi kata sepakat.

Read More

banner 300250

“Mediasi kedua akan dilanjutkan hari Rabu (12/8) besuk, namun jika tidak ada yang menyetujui, ya lanjut persidangan,” katanya.

Dikatakan lagi oleh TRS, bahwa perkara perdata tidak dapat diajukan ke pengadilan, karena perkara pidana masih belum diputuskan.

“Perkara ini murni pencurian, karena tidak ada saham sedikitpun dari Penggugat didalam tambak tersebut,” kata Tergugat.

Gugatan Penggugat diajukan atas adanya Restorative Justice ini, kata Tergugat merupakan bagian yang dilakukan oleh pihak Penggugat sendiri. Padahal kata Tergugat, yang menjadi Terlapor pada perkara pidana (pencurian udang) adalah Penggugat itu sendiri.

“Hal ini dilakukan sebuah pendekatan yang lebih menitik beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana Pemggugat sendiri,” ungkapnya lagi.

Proses dialog dan mediasi, kata Tergugat, adalah untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih dulu dilaporkan, agar hal itu menjadi adil dan seimbang bagi Penggugat.

“Mediasi bukan bagian restorative justice, namun upaya yang diatur Perma Nomot 1 Tahun 2016 yaitu bagian dari sidang awal sebelum lanjut ke persidangan. Lah kok saya sebagai mediasi waktu itu malah dilaporkan oleh Penggugat, aneh, lanjutkan saja perkara ini,” bebernya.

Menurut kuasa hukum Penggugat (Amari), Mahmud SH, ketika dikonfirmasi oleh awak media ini mengatakan, jika pada mediasi lanjutan masih tidak menemukan kata sepakat, maka akan berlanjut ke proses sidang di PN Lumajang.

Sampai saat ini, hingga hari Rabu (12/8) besuk, kata Mahmud, pihaknya masih mengharapkan proses mediasi terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Namun mediasi kemarin siang gagal, karena pihak Tergugat (Direktur PT Bumi Subur) tidak hadir, dan mediasi ditunda hari Rabu (12/8) besuk,” kata Mahmud.

Inti dari mediasi tersebut, dikatakan Mahmud adalah kembalinya semua aset yang telah diserahkan kepada Tergugat (PT Bumi Subur) senilai Rp. 1,4 miliar, yang sudah dititipkan di Polres Lumajang.

“Kami berharap pihak Tergugat (Direktur PT Bumi Subur) bisa hadir dan terjadi kesepakatan,” ujarnya lagi.

Ditegaskan kali oleh Mahmud, jika pada hari Rabu (12/8) besuk tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, maka perkara ini akan berlanjut sesuai proses hukum yang berlaku.

Sementara itu, DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, akan tetap satu komando menunggu perintah dari pimpinan yang lebih tinggi.

“Atas perkara ini, kami LSM LIRA masih menunggu petunjuk dari pusat dalam melangkah, tidak grusah grusuh,” ujar Bupati DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara, SE kepada wartawan.

Sejak awal, kata Angga, pihaknya bukan membela para pihak. Pihaknya hanya mencari sebuah kebenaran fakta saja. Hal yang sama juga dilakukan pada perkara tambak PT LUIS di Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian. LN-AFU/TIK

banner 300x250

Related posts

banner 468x60