Jimi: Proyek Ambisius Meikarta, Kudeta Terhadap Negara

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com -Penolakan proyek kota baru Meikarta oleh Wagub Jawa Barat Dedi Mizwar adalah logis serta realistis. Alasannya proyek ini merupakan proyek ambisius yang menghina kedaulatan pemerintah daerah bahkan Indonesia walaupun Jokowi tak menganggapnya demikian.

“Lippo Grup seolah meniadakan pemerintah dalam usaha mereka membangun sebuah kota. Mereka seolah ingin mengatakan bahwa uang bisa melakukan apapun,” ujar Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI), Don Zakiyamani.

Dia menegaskan, kesombongan kapitalisme yang sebenarnya sudah kita ketahui dan tentang bersama, arogansi kekuatan uang mengatur pembangunan negeri.

Bila kita kembali kebelakang proyek ini telah mengusir penduduk semena-mena demi pembangunan bandar udara internasional. Bandara yang merupakan part of planning dari Meikarta.

Penggusuran yang jelas melanggar prosedur dan tahapan yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

“Proyek ambisius Meikarta sejatinya merupakan kudeta terhadap wewenang negara. Lippo lupa bahwa negeri masih memiliki pemerintah, baik itu pemda maupun pemerintah pusat,” katanya.

Jika pemerintah pusat diam saja, menurutnya, berarti negeri tidak lagi memiliki pemimpin. Hanya pemda yang berani kesewenangan Lippo karena belum mengantongi izin.

Proyek bernilai Rp 278 trilliun, jelasnya, sekaligus pembuktian Lippo Grup adalah penghinaan konstitusi negara. Kita harus mengusir pengusaha bermental penjajah, jangan ada lagi ruang bagi pemilik modal yang tidak mengindahkan Pancasila dan UUD 45.

Konsekuensi pendiaman terhadap langkah Lippo adalah kehancuran negeri ini. Kita bakal menyewa tanah dan hidup dibawah keinginan kelompok kapitalis.

“Ini neo-kolonialisme yang harus dilenyapkan diatas bumi karena kemerdekaan ialah hak segala bangsa,” pungkasnya. LN-JMP

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat Aug 5 , 2017
LiraNews.Com