Jonan Di Tengah Pusaran Rumor Resafel

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Rumor seputar resafel kabinet berembus kencang beberapa pekan terakhir. Makin gencar dan deras hari-hari belakangan ini.

Di sinilah kita bisa melihat sisi paling purba dari sebuah percaturan politik: segala rupa cara dihalalkan untuk mencapai tujuan.

Nah, tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba foto-foto Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama seorang perempuan cantik tersebar ke tengah khalayak, melalui media sosial dan forum-forum percakapan.

Tidak cukup hanya itu. Foto-foto Si Perempuan dalam pose yang lumayan sur membanjir pula ke tengah khalayak, melalui media yang sama.

Di tengah maraknya isu resafel kabinet, mudah ditebak menyebarnya foto-foto itu adalah bagian dari agresifitas serangan politik untuk merusak reputasi seorang menteri. Kebetulan belakangan Jonan santer diisukan bergeser posisi mengisi pos kementerian lain, yang konon lebih strategis dan lebih bergengsi.

Apakah foto-foto itu hoax? Tidak juga. Hanya saja perlu diberi konteks dan konten yang sesuai fakta, agar tidak mengundang penafsiran liar dari siapa pun yang melihatnya. Penafsiran liar yang mengaburkan publik dari kinerja dan kebijakan Jonan itulah yang dikehendaki penyebar foto-foto itu.

Berawal dari kebijakan Jonan mengubah wajah komunikasi publik Kementerian ESDM, terutama untuk dunia internasional. Orang yang ada di posisi itu tentu harus punya syarat minimal wajah cakep, camera face, dan lancar cas cis cus dalam bahasa Inggris. Dua syarat minimal itu tidak dimiliki tim komunikasi yang sudah ada.

Bagaimana dengan penguasaan teknis dan pemahaman tentang dunia ESDM? Bisa dibangun sambil jalan. Kalau harus menemukan kandidat dengan kompetensi yang komplet seperti itu, all in one, di belahan dunia mana bisa didapat? Kalau toh ada, berapa kompensasi yang layak? Pasti di luar batas anggaran yang ada.

Singkat kata, pilihan jatuh ke Indira Soediro, Miss ASEAN 1991, Putri Indonesia 1992. Dari tahun meraih gelar itu saja bisa ditebak usianya sudah tidak lagi belia: 46 tahun, dengan lima anak.

Pasti pada tidak percaya usianya sudah di seputaran setengah abad, dan anaknya lima pula. Itulah faktanya.

Hingga masuk tim komunikasi Kementerian ESDM 1 April 2017, Indira masih malang melintang sebagai seorang model, bintang iklan, sekaligus pemain basket andal.

Sebagai sosok yang menggeluti dunia model lebih 30 tahun, Indira terbiasa pamer foto di akun medsosnya, dalam segala rupa pose. Tertutup, setengah tertutup, atau setengah terbuka. Indoor, outdoor, semi outdoor, dan seterusnya.

Foto-foto sejenis itulah yang disebar pihak-pihak tertentu di hari-hari seputar resafel ini. Foto yang tidak ada kaitannya dengan peran barunya di Kementerian ESDM.

Foto lain yang disebar adalah foto Indira berdua dengan Jonan. Foto yang sebetulnya wajar saja karena diambil di tempat terbuka dan dalam pose yang wajar dan tidak melanggat batas norma dan susila.

Angle foto memang tampak berdua, sering juga selfi, tapi itu bagian dari rombongan dalam suatu kunjungan kerja.

Di akun medsosnya, Indira memang biasa memajang foto dengan pejabat Kemeterian ESDM, apakah menteri, wakil menteri, juga dirjen.

Sebagai sosok yang akan diandalkan untuk membangun komunikasi dengan media internasional, tentu Indira dituntut memahami dan menguasai isu-isu seputar ESDM, kebijakan, program, dan yang tidak kalah penting gagasan serta pandangan Menteri ESDM. Kalau tidak bagaimana dia bisa menjadi jembatan yang baik dengan media internasional?

Maka tidak usah heran apalagi baper kalau Indira terlihat kerap ada di dekat Jonan dalam berbagai kesempatan atau kunjungan kerja. Ini adalah jalan pintas terbaik untuk mempercepat penguasaan masalah, dan memantapkan pemahaman. Ini proses yang lazim terjadi.

Setelah dirasa memadai, dia bisa mulai dilepas untuk terjun ke dunia baru sebagai pi-ar officer.

Belakangan Indira sudah mulai mengatur wawancara Jonan dengan media internasional. Dia juga mulai sering tampil sebagai moderator atau pembawa acara, terutama di forum yang mengharuskan bahasa pengantar Inggris. Misalnya saat Kementerian ESDM mengadakan lelang blok migas 2017, awal Juli lalu, yang dihadiri puluhan CEO perusahaan migas global.

Memanfaatkan Putri Indonesia untuk memperkuat tim komunikasi bukan melulu inisiatif Jonan, Menpora Imam Nahrawi juga melakukan hal serupa. Ia merekrut Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri sebagai Juru Bicara Kemenpora.

Jadi, Kawan, rileks saja, gak usah baper, apalagi main tuduh dan vonis. Inga… inga… di musim isu resafel seperti saat ini, segala rupa isu, rumor, bahkan fitnah bisa deras mengalir atas nama target politik tertentu.

Salam Indonesia Hebat

John Gunawarman

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jul 24 , 2017
LiraNews.Com