Jusuf Rizal: Negeri Ini Sedang Sakit, Semoga Di Munas III LSM LIRA Lahir Pemimpin Masa Depan Menjaga Integritas

Gravatar Image
  • Whatsapp

Depok, LiraNews – Dengan tema “Membangun Negeri Menjaga Bangsa, Perkuat Kesatuan, Jaga Keutuhan Menuju Pemilu Cerda 2024”, LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menggelar Munas III di Wiladatika Cibubur, Depok, Jawa Barat pada 28-29 Juni 2022. Acara tersebut juga sekaligus peluncuran Satgas Pemantau Pemilu Independen LSM LIRA 2024.

Hadir pada Munas III LSM LIRA ini Dewan Pendiri LIRA, Drs. H.M. Jusuf Rizal, SE, SH, M.Si, Sekretaris Hasyim Arif, SE, Anggota : KH. Zainuddin Husnie, SH, MH, Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, Hj. Tuty Tukiyati serta Ketua Panitia Hj. Zeni T. Rohayati, SE, Ak, ME.

Dalam sambutannya, Presiden LSM LIRA, Drs. H. Muhammad Jusuf Rizal, SE, SH, MSi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh sesepuh pendiri, serta semua undangan, juga para gubernur, bupati, pejabat LSM LIRA dari seluruh Indonesia yang hadir di acara Munas III ini.

”Hari ini merupakan puncak dari demokrasi di  LSM LIRA, saya memimpin LSM LIRA sejak 2006. LSM LIRA sudah berusia 17 tahun. Swet Seven Teen, masa remaja yang penuh gairah. Dan saya membangun ini selama 17 tahun dengan konsistensi, istikomah, penuh dengan godaan dan cobaan, penuh cemooh, caci maki, fitnah dan juga ancaman, tapi buat saya itu hal yang biasa,” ujar Jusuf Rizal.

“LSM LIRA, harus kita bangun. Saya senang di LSM LIRA banyak kader-kader karena kita bentuk lembaga sayap, ada Pemuda Lira, Perempuan Lira, Pemudi Lira, Brigade Komando Lira (Brikom Lira), Lira Institute, Kolindo (Koperasi Lira Indonesia) Bakti Nusantara, Hiplindo (Himpunan Pengusaha Lira Indonesia), Lira Disabilitas Care, dsb,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Rizal memaparkan, bahwa dalam hidup ini adalah siklus, mulai dari pemuda pemudi ada elemen perempuan. Di dalam hidup itu kemudian ada usaha dan pada akhirnya kita akan menemui kematian, dan disitu kita mulai banyak berzikir. “Maka kita bentuk Majelis Zikir Merah Putih, ini adalah siklus kehidupan,” katanya.

LSM LIRA, kita bikin dengan semangat mendengar, melihat dan berbuat. “Kita selalu mendengar informasi, tapi ketika kita mendengar informasi tidak ditelan bulat-bulat tapi kita harus melihat, melakukan validasi, meneliti, untuk bisa berbuat. Apakah kita berkecimpung, apakah kita persuasive, atau melakukan hal-hal lain untuk melakukan amar maruf nahi munkar,” paparnya.

Pada Munas ke 3 ini, Jusuf Rizal berharap akan muncul calon-calon para pemimpin masa depan. Dirinya sudah 17 tahun mengelola LSM LIRA dengan segala dinamikanya. “Tentu ada masa memimpin, ada pemimpin yang ada masanya. Untuk itu pada kesempatan ini saya katakana, saya tidak mencalonkan diri lagi menjadi Presiden LSM LIRA. Jadi, diantara kita pemimpin-pemimpin yang mampu melanjutkan masa depan LSM LIRA, tapi saya tetap paling depan Presiden LSM LIRA, dan saya masih sebagai pendiri LSM LIRA,” sebut Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin itu.

Di LSM LIRA itu, sambungnya, kewenangan tertinggi adalah di dewan pendiri, tapi kewenangan tinggi ada di Presiden LSM LIRA. “ Artinya kami akan membangun sinergitas untuk membangun LSM LIRA menjadi lebih besar dari Sabang sampai Merauke. Banyak PR-PR yang harus kita kembangkan, dan tentu selama kepemimpinan saya tidak semua bisa saya selesaikan dengan baik. Baik waktu, tenaga, SDM, pikiran maupun integritas dari teman-teman. Membangun LSM LIRA sama dengan iman seseorang kadang naik kadang turun, itulah berorganisasi,” terang pria berdarah Madura-Batak ini.

Jusuf Rizal yakin, siapapun yang akan menjadi pemimpin nanti tetap menjadi LSM terbesar dan banyak cabangnya di Republik Indonesia, dan belum ada yang mengalahkan. LSM LIRA mencapai rekor Muri dari 2009 sebagai LSM terbesar di Indonesia yang hadir di 34 DPW Provinsi dan 470 DPD Kabupaten/Kota. “Next saya berharap LSM LIRA memperoleh guinness book of record, satu-satunya LSM terbesar yang banyak cabangnya di dunia. Dari 2009 sampai sekarang masih LSM LIRA terbesar dan terbanyak belum ada LSM lain yang mengalahkan,” kata Jusuf Rizal.

Lebih lanjut Jusuf Rizal menjelaskan, LSM LIRA hadir untuk membangun negeri menjaga bangsa. Karena itu LSM LIRA memakai ikon merah putih sebagai wujud kecintaan, nasionalis dan patriotis. “Kita tahu negeri ini tidak sedang sehat-sehat saja, negeri ini banyak yang sakit tapi kadang-kadang kita sering tidak merasakan itu,” ungkap Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia)ini.

Untuk itu, lanjutnya, melalui munas ini diharapkan menghasilkan pemimpin pemimpin masa depan melahirkan program-program yang bisa menyelesaikan berbagai problem bangsa. Kita mungkin tidak bisa berbuat maksimal untuk menyelesaikan problem bangsa, tapi minimal kita bisa mendengar, melihat dan berbuat membantu di lingkungan kita agar semakin kuat bagi generasi berikutnya.

“LSM LIRA menjadi contoh bukan LSM yang Lipur (lima puluh ribu). Begitu di ketok lipur, selesai urusan.  Tidak! LSM LIRA akan menjadi LSM yang mampu menghormati kawan dan disegani orang. Siapapun yang menjadi pemimpin nanti harus siap berpuasa. Puasa untuk menjaga integritas karena saya godaannya banyak, terutama godaan uang dan jabatan,” katanya.

Jusuf Rizal mengungkapkan, banyak kasus-kasus yang kita pelajari kemudian beberapa orang menawarkan godaan. Contohnya kasus di Probolinggo yang dibuka oleh Bupati LSM LIRA Probolinggo Syamsudin berhasil meruntuhkan 18 tahun dinasti Bupati Probolinggo.

“Saya tetap istikomah menjalankan LSM LIRA agar teman-teman di daerah merasa punya harga diri, bisa konstiten menegakkan amar maruf nahi munkar. Memang tidak mudah, tapi saya tegaskan, bagi siapapun yang tidak merasa happy di LSM LIRA saya tidak keberatan, silahkan keluar. Karena itu pilihan, di LSM LIRA kembangkan dengan cara yang baik karena saya yakin Tuhan tidak mengurangi rezeki anda. Jika kita mensyukuri nikmat niscara akan datang rezeki yang tidak diduga,” tutup Ketua Umum Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia) itu.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Munas III LSM LIRA, Hj. Zeni T.Rohayati, SE, Ak, ME mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Munas III terutama presiden LIRA, sekjen, Ketua penyelenggara, Ketua LMPP dan brigadirnya, juga anggota bawaslu dan semua anggota LIRA seluruh Indonesia.

Dia mengucapkan  selamat datang juga kepada para gubernur, bupati, dan LSM lira seluruh Indonesia, juga perwakilan DPD, DPC, DPW seluruh Indonesia serta ucapan terimakasih kepada seluruh panitia atas supportnya atas terselenggaranya acara ini.

”Ini menjadi niat yang baik bagaimana kita membangun bangsa agar lebih baik dan maju. Kita berharap Munas ini berjalan lancar, dan menjadi LIRA menjadi LSM yang berguna bagi sesama dan semoga menghasilkan hal yang luar biasa dan inovatif, “ ujarnya.

Related posts