Kajian Hukum Rampung, Pembebasan Tanah JIIPE Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Direktur LBH LIRA Jawa Timur Asman Afif Ramadhan menegaskan telah merampungkan kajian hukum, atas dugaan pemufakatan jahat transaksi Tanah Negara secara illegal kepada pihak Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Rama ini gerak cepat setelah mendapat penugasan khusus dari DPP LSM LIRA, untuk membongkar kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah itu.

“Setelah melihat data dan dokument hasil investigasi LIRA, saya sebagai seorang advokat, kaget karena berani sekali mereka (SA cs) menjual tanah negara yang bukan haknya kepada JIIPE,” ujar advokat yang ikut membongkar kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini.

Kawasan Industri JIIPE

“Kami tidak bisa komentar terlalu banyak, biar nanti aparat penegak hukum yg menyimpulkan dan bergerak sesuai data dan dokument yang ada”. lanjut Rama.

Saat ditanya, kapan kasus tersebut akan dilaporkan ke aparat penegak hukum? “Insyaallah segera, setelah kami minta petunjuk ke DPP karena saya mendapat tugas dari DPP LSM LIRA, yang pasti kita sudah siap, tunggu saja mas” tandasnya lirih seraya tersenyum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bidang Hukum dan OKK DPP LSM LIRA telah menugaskan LBH LIRA Jatim, untuk melakukan kajian hukum dan pelaporan atas hasil investigasi LSM LIRA terkait dugaan transaksi illegal Tanah Negara di Manyar Gresik untuk pembangunan JIIPE.

Sejumlah pihak diduga terlibat dalam proses transaksi tanah negara tersebut. Diantaranya notaris dan orang dekat mantan penguasa (Bupati Gresik) SHR yaitu SA diduga menjadi aktor utama. Namun hingga berita ini diturunkan, media belum mendapatkan konfirmasi dari SA, karena kesulitan untuk mendapatkan akses untuk telpon, apalagi bertemu langsung. SA sulit dimintai konfirmasi. (im)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60