Kak, Apa Benar Pramuka Tangguh?

  • Whatsapp
banner 468x60

Bogor, LiraNews – Apa kabar kakak Pramuka? Sehat selalu ya, Kak. Selamat Hari Pramuka.

Kak, boleh tanya ya. Apa benar Pramuka itu tangguh? Kira-kira tangguhan mana sama Kak Jerinx SID? Lalu, lebih tangguh mana Pramuka dibandingkan Om Fadli dan Om Fahri? Atau jangan-jangan mereka alumni Pramuka juga ya Kak.

Tapi kakak tidak usah repot-repot jawab pertanyaan itu. Aku cuma tanya saja Kak. Jadi, tidak dijawab pun tidak apa-apa. Seperti kata orang dewasa. Tidak semua pertanyaan bisa dijawab. Atau tidak perlu bertanya bila sudah tahu jawabannya. Nah, pasti kakak-kakak sudah tahu dong jawabannya.

Aku ini cuma Pramuka siaga, Kak. Level terendah dalam kepangkatan Pramuka. Tapi, aku bisa pastikan. Aku Tangguh. Setangguh bangsa Indonesia menghadapi wabah Covid-19. Sekalipun melelahkan, bangsa ini tangguh sekali Kak. Makin hari wabah Covid-19 makin tidak terbendung. Belum lagi, dihantam ocehan banyak orang. Apalagi ekonomi anjlok dan minus 5,32%. Sementara negara lain minus-nya bisa sampai dua digit loh Kak. Seperti Pramuka, bangsa Indonesia itu tangguh pastinya.

Makanya Kak, aku senang jadi Pramuka.
Karena Pramuka jarang mengeluh. Pramuka itu tidak pernah terkejut soal apapun. Karena aku tahu apa yang harus aku lakukan. Tanpa berkeluh-kesah. Apalagi hanya berceloteh.tanpa melakukan apapun. Itu justru bertentangan dengan dasa Dharma Pramuka, yang jadi janji setia Pramuka.

Kakak-kakak tahu tidak?
Sekarang ini “jiwa” Pramuka itu makin langka. Atau mungkin sudah “hilang” sama sekali kali. Teman-teman aku, ternyata cuma bangga saat pakai seragam Pramuka. Bahkan hafal singkatannya, Praja Muda Kirana. Dasa Dharma Pramuka-nya pun begitu fasih. Tapi sayang Kak, “jiwa” Pramuka yang katanya tangguh dan pantang menyerah sepertinya sudah hilang. Banyak Pramuka yang berubah sekarang. Jadi mudah keluh-kesah, mudah benci, dan mudah merendahkan orang lain. Apa iya Kak, Pramuka sekarang sudah tidak tangguh?

Setahu aku ya Kak. Pramuka itu jiwa. Bukan hanya raga atau penampilan semata.

Makanya dulu, aku sering kemah, sering kemping atau jambore. Agar jiwa aku terlatih, di segala medan di segala keadaan. Bahkan ada senior aku yang bilang “Pramuka itu dilarang pengen menang sendiri sambil mengalahkan orang lain”. Pramuka katanya, tidak boleh berkuasa dengan cara menguasai orang lain. Dan tidak boleh kuat sambil melemahkan yang lain.Sungguh, jiwa Pramuka itu keren banget Kak.

Kak, Pramuka itu katanya. Tidak boleh “gampang kagum dan cepat heran”. Karena semua ada prosesnya, ada waktunya. Tugas Pramuka hanya ikhtiar sambil berdoa. Selebihnya Tuhan Yang Maha Esa yang bekerja untuk kita. Makanya, aku kasih tahu teman-teman. Bila mau jadi Pramuka harus demokratis, gentle, dan selalu semangat membangun bangsa. Pramuka harus berani berkarya. Artinya, melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah. Bukan malah mengeluhkan masalah. Kalau mengeluh terus, kapan masalahnya selesai ya Kak?

Satu lagi Kak. Kakak ingat tidak waktu kita latihan Pramuka.

Kita diajarkan bikin “tandu” dari bambu dan tali. Untuk mengangkat orang sakit, untuk menolong teman yang celaka. Mungkin kalau sekarang, mengangkat tandu sudah langka ya Kak. Apalagi bikin tandu untuk membantu orang lain. Mengangkat saja tidak mau, apalagi bikin ya. Jadi, maunya apa ya Kak? Pantas juga, sekarang orang miskin cari makan sendiri di jalanan. Orang sakit pergi sendiri ke rumah sakit. Mungkin karena sudah tidak banyak yang mau bantu lagi.

Asli Kak, Pramuka itu keren. Karena Pramuka itu tidak bisa apa-apa bila sendirian. Pramuka harus bergotong-royong, dan berbuat bersama-sama. Pramuka pun harus ada di tengah lingkungannya. Agar bermanfaat untuk orang lain, untuk masyarakatnya atau bangsanya.

Jadi Kak, aku mau bilang, Pramuka itu jiwa bukan raga. Bukan pula hanya seragam semata. Aku tahu kok. Kata banyak orang ini era digital, era revolusi industri. Tapi satu hal yang aku ingat. Pramuka itu dari dulu sampai sekarang. Tidak bakal berubah. Pramuka tetap gemar berbuat baik dan membangun “kemaslahatan” untuk orang banyak. Tangguh dan pantang menyerah dalam kondisi apapun, itulah jiwa Pramuka.

Oke Kak, Selamat Hari Pramuka ya. Salam Pramuka.

Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60