Kandidat Cawali Surabaya: Saya Tahu Cara Selesaikan Urusan Surat Ijo

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Surabaya (Liranews.com) Kandidat dalam bursa calon Wali Kota (Cawali) Surabaya, Soetjipto Joe Angga, menyatakan dirinya sanggup menyelesaikan masalah Surat Ijo yang membelenggu sebagian warga Kota Pahlawan.

Dalam diskusi “Surabaya Menuju 2020” yang digelar Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya dan Mercury 96 FM, Angga mengatakan, “Banyak pihak mempolitisir Surat Ijo, tapi saya tidak. Karena saya tau cara menyelesaikannya.” Surabaya, Jumat (8/11/2019).

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berujar, “Ada politisi yang tak mau bahas Surat Ijo, alasannya kasihan warga yang sudah susah, jadi jangan dipolitisir. Saya melihatnya justru memang beliau tak bisa selesaikan masalah Surat Ijo, tapi saya bisa.”

Peserta konvensi Cawali DPW PDIP Jawa Timur itu menyatakan Surat Ijo itu tak sama, tapi ada jenis-jenisnya. “Kalau mau diselesaikan dirunut aja sejarahnya Surat Ijo itu bagaimana, niscaya bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Bagi Angga penyelesaian Surat Ijo terletak pada “political will” dari Wali Kota. Sehingga siapa pun yang akan menjabat sebagai pemimpin Surabaya harus memiliki keseriusan menuntaskan problema tersebut.

“Kalau Wali Kota takut tak punya payung hukum, ya ciptakan payung hukumnya, yang penting ada political will,” kata pria jebolan salah satu universitas di Inggris itu.

Di hadapan dua pemandu talk show, Dedy Mahendra (KOMPI) dan Aldy (Mercury FM), Angga juga membeberkan idenya membuat THR atau high tech mal menjadi Mal Rakyat.

“Ada sekitar 6 hektar di area THR situ, bisa dibuat sembilan ribu kios. Bayangkan jika per kios pekerjakan lima orang, kalikan aja, bisa menyerap empat puluh lima ribu orang,” jelas kader PDIP itu.

Pria yang juga mantan Bendahara PSSI Jatim itu menawarkan gagasan membangun apartemen tiga tower untuk milenial yang khusus disewakan, bukan untuk dijual.

“Kawasan itu akan saya namakan Little Surabaya. Itu bisa dikerjakan kok, demi warga Surabaya.
Ini urgent karena niscaya menyerap tenaga kerja yang banyak,” pungkas Angga.

Forum Diskusi “Surabaya Menuju 2020” rencananya akan terus mengundang para kandidat dalam bursa calon Wali Kota untuk memaparkan gagasan dan visinya bagi Kota Pahlawan.

“Diskusi live on air ini kerja sama KOMPI dengan Mercury FM, bertujuan mencerdaskan warga agar mereka mengenal siapa saja kandidat Wali Kota, bagaimana gagasan dan kematangan mereka memahami masalah kota Surabaya,” terang Wakil Ketua KOMPI Dedy Mahendra.(Bbg)

Fri Nov 8 , 2019
Jakarta, LiraNews – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai, keberadaan Wakil Panglima (Wapang) TNI sangat diperlukan. Hal tersebut disampaikan Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (8/11/2019). “Kalau menurut pandangan saya instusi TNI kita sekarang ini adalah institusi bukan saja menangani masalah-masalah pertahanan negara dan peperangan semata, tetapi banyak […]