Kanthil Kaputren Awali Belajar Melukis Di Goesnoeg Artist Class

  • Whatsapp
banner 468x60

Liranews, Jakarta — GoesNoeg Artist Class, kembali memberikan kursus melukis secara gratis pada grup kedua, yakni Kanthil Keputren. Acaranya masih tetap berlangsung di Resto Ikan Bakar Saadap, jalan Pasar Minggu, Masjid Al Badaar,  Jakarta Selatan.

Menurut Pelukis Muslim yang mendunia, Agoes Noegroho atau biasa disapa GN, GAC itu mewadahi, meladeni, memfasilitasi keinginan awal para insan mulia yang awalnya hanya ingin bisa berkarya: “Melukis” saja.

Siapa pun, kata dia, mencoba, menyimak, mengkaji, menelaah, membedah dan seterusnya secara, normatif, dari pelbagai disiplin ilmu.

“Bandingkan dengan pelbagai college, institute, PT, kursus, apalagi yang khusus dibidang seni rupa, berupa “visual arts” dan apapun jenisnya di muka bumi ini, “kata GN lewat pesan WA pada liranes.com, Senin (8/4/2019) malam.

Dia mempertanyakan, dengan gengsi, bayaran, nama tinggi, apakah yang berbagi, seperti tulisan dan lukisan yang ada dibanner kelas perdana “Kanthil Keputren”, selengkap bahkan tanpa batas yang hanya fisik (Seni Rupa).

“Kita sampai pada “seni rasa” hingga “seni religi dan itu bebas, “katanya.

GN kembali menjelaskan, grup Kanthil Keputren adalah grup kedua setelah Grup Sekar Kedaton yang sudah tiga kali adakan pertemuan. Selanjutnya “out door” digabungkan dengan group lainnya dengan berbagai kegiatan.

Jadi, intinya, setiap grup, katanya, hanya 3 sessi kelas.Tampaknya, ini gaya GN dalam berbagi ilmu Sang Khaliq  dengan “unlimited” atau tanpa batas. Bahkan sampai GN kembali kepada Sang Khaliq.

Menariknya, kali ini GN melelang barang-barang antik kesayangannya,  sejak tahun 80-an, saat dirinya kuliah di ITB. Artinya, memberikan barang pada orang itu bukan barang buangan atau barang yang sudah jelek.

GN biasa melelang barangnya atau lukisan kesayangannya dimulai dari harga satu rupiah, nominal rupiah. Rupiah itu, katanya, adalah  mata uang Indonesia dan apa yang yang menjadi tujuan itu semata-mata adalah ridhanya Allah.

“Bertahun-tahun mau dibeli Pak De,  anak-anak saya tidak mengizinkan. Tapi  kalau buat amal kata anak-anak nggak apa-apa. Saya sudah mengikhlaskan. Saya juga tidak merasa rugi. Bikin gallery lebih baik dari itu,” ujar GN.

Sebelumnya, pada pembukaan grup kedua Kanthil Keputren, Selasa (2/4/2019) diawali dengan potong tumpeng oleh GN kemudian dilanjutkan oleh Dini Thamrin, selaku “Founder” dan “Coordinator GoesNoeg Artist Class”.

Tumpeng tersebut langsung diberikan pada Lala Gozali Owner dari Gianti Creation sebagai tamu kehormatan. Kemudian diberikan pada Ade Sri Redjeki sebagai Ketua  Kelas dan Esmee sebagai peserta senior.

Berbeda dengan pembukaan Grup Sekar Kedaton, di Kanthil Keputren Grup ini pertama sekali dilakukan lelang atas barang-barang antik keramik dan lukisan terbaik koleksi buatan GoesNoeg.

Kata Dini, dana hasil lelang disiapkan untuk operasional Kanthil Keputren. Juga disiapkan sebagai dana infaq yang akan diberikan kepada beberapa Ponpes.

Grup yang berjumlah 13 orang tersebut  terdiri dari mantan Pramugari Garuda, Ex Mahasiswa Tarakanita, Komunitas The Golden Ages, Komunitas Cinta Berkain dan dr MT Khairunnisa juga MT. Babussalam.

“Saya sangat bangga dengan semangat grup ini. Semoga materi-materi atau ilmu-ilmu melukis bermanfaat buat grup ini, “ujar Dini.

Disamping itu, Esmee, mengaku belajar melukis di GAC hanya ingin mencari hobby yang baru. Juga ingin tahu, apakah dalam tiga pertemuan itu bisa.

Sebelumnya, Esmee mengaku, tidak ada pemikiran untuk belajar melukis karena dirinya memang tidak memiliki bakat menggambar atau melukis sesuatu. Kebetulan ada yang mengajak, Dini Thamrin, maka Esmee memberanikan diri ikut.

” Ya, saya pikir-pikir apakah bisa melakukannya. Saya coba saja, “ujarnya.

Ketika belajar melukis dimulai dari  pelukis kenamaan itu, ternyata perempuan berusia 77 tahun itu bisa melakukannya. Hal itu yang membuatnya senang, membuatnya happy sambil “refreshing”.

Esmee adalah seorang guru. Setelah diterima menjadi Pramugari Garuda, maka profesi seorang guru ditinggalkan. Setelah pensiun dari Garuda dia kembali menekuni profesinya sebagai guru lagi diperusahaan tersebut.

Adapun  hikmah yang didapat dari belajar melukis bersama GN, Goesnoeg Artist Class, yakni dia bersuka cita, berkumpul dengan teman. Berkumpul dengan teman ITU, katanya, menghasilkan energi baru.

Dia berharap, kedepan lebih banyak yang belajar melukis seperti  seumuran seperti dirinya dengan mencari kesibukan.

“Saya kira ini suatu kesempatan untuk mendapatkan hobby yang baru. Diusia seperti saya tidak muda lagi. Tapi, saya tetap berjiwa muda,” tutup Esmee. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60