Kapendam V/Brw Sesalkan Ada Makian Kepada Mahasiswa Papua

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Surabaya, LiraNews — Pihak Kodam V/Brawijaya menanggapi video yang viral berisi makian di depan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brw Letkol Arm Imam Haryadi menyesalkan ada makian yang menyebut mahasiswa Papua sebagai binatang.

Hal ini merespons video yang merekam sejumlah oknum berseragam TNI di depan Asrama Papua. Dalam video itu tampak lima orang berseragam loreng meminta orang yang berada di asrama segera keluar. Makian terdengar dalam video tersebut, namun sumber suara tidak diketahui jelas.

Video makian tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Papua di sejumlah. Aksi protes berujung kerusuhan pecah di Manokwari, Jayapura, Sorong, bahkan meluas ke Makassar. Mereka memprotes aksi rasial yang dianggap menghina warga Papua.

Imam menyatakan dalam kasus ini pihaknya bersikap netral dan tidak sependapat dengan isu rasial yang berkembang di publik. Dia menduga situasi itu juga didorong oleh emosi sesaat tanpa bermaksud menyinggung secara rasial.

Meski demikian, pihaknya menyesalkan ada makian yang kemudian dianggap sarat isu rasial.

“Perlu kami sesalkan ada makian seperti itu, ada kata-kata seperti itu. Pihak yang berwenang mungkin akan menindaklanjuti, siapa yang bertindak seperti itu,” kata Imam kepada melalui sambungan telepon, Selasa (20/8/2019).

Imam membenarkan peristiwa tersebut memang terjadi di Surabaya. Namun, dia belum bisa memastikan apakah ada anggota TNI yang berada di tempat itu. Menurutnya, seragam loreng juga biasa digunakan oleh anggota ormas tertentu.

“Perlu kami cek lagi, apakah itu betul seragam TNI. Banyak juga ormas yang mirip seragam kami,” ujarnya.

Dia menegaskan apabila terbukti ada anggotanya yang melakukan pelanggaran dalam kasus ini, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Kalau anggota TNI, akan kami cek dari kesatuan mana dan pasti ditindaklanjuti prosesnya sesuai ketentuan,” katanya.

Namun Imam menyatakan Kodam Brawijaya tidak memberikan instruksi apapun kepada anggotanya untuk turun ke Asrama Papua di Surabaya. Prajurit TNI akan turun ke lapangan dalam situasi tertentu.

“Saya pikir kurang tepat TNI di Asrama Papua. Sebenarnya saat itu ada pihak lain, Satpol PP atau kepolisian,” katanya.

“Pihak TNI telah berkoordinasi dengan kepolisian. Menurutnya, koordinasi di lapangan dilakukan antara Kodim dan Polres setempat,” imbuhnya.

Reporter: Alamuddin

Tue Aug 20 , 2019
Medan, LiraNews — Sejumlah petinggi penegak hukum di Sumatera Utara menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh BNN dan UNODC terkait dengan peningkatan kompetensi aparat penegak hukum dalam penerapan pasal 127 tunggal Undang-Undang Narkotika di hotel Cambridge, Sumatera Utara. Kegiatan yang diikuti oleh 55 orang peserta yang terdiri dari aparat penegak hukum […]