Kapolres Jaksel: Tidak Ada Pengusiran Warga Terhadap Djarot

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Terkait kabar adanya pengusiran warga terhadap calon wakil gubernur petahana, Djarot Syaiful Hidayat saat menunaikan shalat Jumat di Masjid Al- Atiq, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan dibantah kapolres Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan.

Iwan telah mengklarifikasi kepada pihak Djarot terkait kabar tersebut. Menurutnya, tidak ada masalah hingga selesai shalat Jumat. Tidak ada penolakan terhadap calon wakil gubernur nomor urut dua itu.

“Itu cer‎itanya pak Djarot melaksanakan salat, dan tidak ada ada masalah. Sampai selesai juga tidak ada masalah. Dan tidak ada spanduk penolakan itu, tidak ada. Ya kan, anggota kan ada di sana,” kata Iwan saat dihubungi wartawan.

Hanya, katanya, masyarakat menerikan nomor tiga. Semengtara pengusiran dan penolakant terhadap Djarot tidak ada. Terbukti Djarot bisa shalat Jumat di masjid itu.

“Memang, pada saat terakhir Pak Djarot pulang, warga teriak pilih nomor 3 pilih nomor 3,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Djarot diusir seusai shalat Jumat dari Masjid Al-Atiq, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Pengeras suara masjid kembali dinyalakan ketika jemaah satu per satu meninggalkan tempat ibadah itu. Orang yang memegang mikrofon di mimbar masjid berseru agar jemaah tidak memilih pemimpin non-muslim dalam Pilkada DKI.

Bahkan dalam khutbahnya, penceramah mengatakan, “Insyaallah akan dapat rida Allah dan rahmat Allah. Mari kita memilih pemimpin muslim dan niat kita diridai Allah.” 

Djarot mengatakan tidak tahu masjid mana yang menolak pasangan calon nomor urut dua. Menurut Djarot, setiap umat muslim bebas menjalankan ibadah salat Jumat di mana pun.

“Setiap kali mau Jumatan, kami selalu cari masjid yang satu jalan dengan agenda selanjutnya,” kata Djarot. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60