Kapolri: Trend Kejahatan Konvensional Cenderung Turun

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Kondisi keamanan di Indonesia saat ini jika dilihat dari trend kejahatan konvensional mengalami kecenderungan menurun, dari 161.076 kejadian menjadi 158.599 kejadian atau tutun 1,5% (periode semester I 2016 dibandingkan semester I 2015).

Sementara  trend penanganan kejahatan terhadap kekayaan negara mengalami penurunan dari 2.271 kasus ditangani pada tahun 2015 menjadi 2.188 kasus yang ditangani pada tahun 2016.

“Hal ini prosentase penurunan mencapai 2.65%,” ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnvaian yang dibacakan Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Burhanudin Andi pada acara Pelatihan Kader Pnggerak Kepemimpinan Bela Negara (PKP-KBN)  LIRA, di Hotel Wisata TMII, Jakarta Timur, Rabu (30/11/2016).

Kasus kejadian kontijensi  pada tahun 2016, katanya, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2015, yakni dari 466 kejadian di tahun 2015 menjadi 21 kejadian di tahun 2016.

Pada saat ini, lanjutnya, Polri sedang melaksanakan operasi sapu bersih pungli untuk meningkatkan efektifitas pemberantasan pungli. Presiden RI telah mengeluarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 Tanggal 20 Oktober 2016 tentang Satgas Sapu Bersih Pungli.

Perpres ini ditindalanjuti Menkopolhukam dengan menerbitkan Keputusan Menkopolhukam Nomor 78 Tahun 2016 tentang Kelompok Kerja dan Sekretariat Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Kebijakan reformasi hukum dijabarkan oleh Kapolri dengan  dengan menerbitkan Surat Perintah Kapolri Nomor: SPRIN/2362/XI/2016 Tanggal 4 November 2016 tentang penunjukan sebagai Tim Unit Saber Pungli di lingkungan Polri.

“Visi dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli adalah terwujudnya pelayanan publik pada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang terbebas dari pungutan liar,” paparnya.

Visi ini, lanjutnya, dijabarkan dalam misi dengan mengkoordinasikan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemberantasan pungutan liar dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik melalui transparansi dan standarisasi pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan dan menghapus pungutan liar.

Kapolri menjelaskan, Satgas atau Unit Saber Pungli memiliki kewenangan sebagai berikut:  1. Membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar, 2. Melakukan pengumpulan data dan informasi kementerian/lembaga dan pihak lainnya yang terkait dengan menggunakan teknologi informasi, 3. Mengkoordinasikan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemberantasan pungutuan liar, dan  4. Operasi tangkap tangan.

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Nov 30 , 2016
LiraNews.Com