Karena Merugikan Konsumen, Ylki Tolak Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Tangerang

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menganggap kenaikan tarif tol Jakarta-Tangerang itu ilegal karena kenaikan tersebut tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Banyak pengguna jalan tol Jakarta-Tangeran mengeluhkan nkenaikan tarif tol setelah pengintegrasian sistem penbayaran diberlakukan sejam Minggu (9/4/2017) lalu.

“YLKI merasa keberatan dengan sistem subsidi itu. Kenaikan itu ilegal karena biasanya dilakukan dua tahun sekali pada saat evaluasi harga jalan tol,” ujar Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo kepada media.

Sementara, lanjutnya, kenaikan tarif yang sekarang berada di luar jangka waktu tersebut. Seharusnya, kalau integrasi sistem pembayaran itu berdampak pada kenaikan tarif dilihat dari perspektif konsumen juga dikaitkan dengan evaluasi itu.

Jika ada biaya tambahan, menurutnya, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) seharusnya mengumumkan dalam skema evaluasi dua tahunan itu.

“Buka pada saat pengintegrasian sistem pembayaran ini. Sehingga tidak berdampak pada konsumen dalam bentuk adanya biaya tambahan,” katanya.

Dia merasa tidak ada masalah dengan pengintegrasian sistem pembayaran, namun diharapkan peraturan terkait kenaikan tarif tol direvisi.

“Ini kan berdampak pada pengeluaran tambahan. Jadi, kalau ingin menaikkan tarif ya buat peraturan baru. Ini juga merugikan yang dekat, karena rutenya sama tapi harus bayar lebih mahal,” imbuhnya.

Sebenarnya, tambahnya, di formula kenaikan tarif itu tidak ada istilah subsidi. Adanya tarif perkilometer. Jadi tidak bisa volume lalu lintas yang padat itu mensubsidi yang sepi.

“Itu tidak ada rumusannya. Di formula itu hitungannya perruas. Konsumen bisa menolak kenaikan tarif itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tarif tol yang baru itu diberlakukan sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PU-Pera) No. 214.1/KPTS/M/2017 tanggal 3 April 2017. Berdasarkan surat Kepurusan Menteri itu, tarif tol untuk kendaraan golongan I naik menjadi Rp 7.000. LN-AZA

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Apr 12 , 2017
LiraNews.Com