Kasus Kekerasan Aktivis Bangkalan Tak Terungkap, Kapolres: Tamparan Bagi Polri

  • Whatsapp
banner 468x60

Bangkalan, LiraNews – Kasus kekerasan yang menimpa aktivis di Kabupaten Bangkalan hingga saat ini tidak satupun yang terungkap. Setidaknya terdapat 7 kasus kekerasan yang dialami pegiat anti korupsi di kota Dzikir dan Sholawat.

Mulai dari perusakan mobil Aliman Haris, dan Pembakaran mobil Mathur Husayri, pembacokan M.Fahrillah, Muzakki, Mahmudi Ibnu Hotib, dan penembakan Mathur Husayri, hingga pembacokan Mujiburrahman.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menerangkan, belum terungkapnya kasus kekerasan yang dialami para aktivis tersebut menjadi tamparan keras bagi institusi Polri. Sebab, merupakan tanggungjawab pihak kepolisian untuk mengungkapkannya.

“Tapi memang kita akui kasus ini sangat-sangat gelap,” papar Rama, saat acara napak tilas tragedi 8 Maret 2013 pembacokan Mahmudi Ibnu Khotib, Senin (9/3/2020) di Sekretariat LIRA Bangkalan.

Meski begitu, Polres Bangkalan tetap akan berupaya untuk mengusut kasus-kasus yang dialami para aktivis tersebut, agar dapat diketahui motif dan pelakunya.

“Saya tegaskan, Kami tidak semerta-merta menutup kasus ini, dan ini menjadi PR saya untuk mengungkap peristiwa itu,” tegas Rama.

Perlu diketahui, pada hari Jum’at 8 Maret 2013 menjadi peristiwa kelam bagi Mahmudi Ibnu Khotib, aktivis anti korupsi itu dibacok pria misterius saat mengendarai sepeda motor di Jalan Teuku Umar Bangkalan.

Pembacokan itu terjadi setelah Mahmudi melakukan pertemuan dengan salah satu kepala desa di rumah makan Ramayana di Bangkalan. Hingga saat ini, kasus tersebut genap 7 tahun, namun aparat Kepolisian belum juga mengungkap peristiwa berdarah itu. LN-Rusdi

banner 300x250

Related posts

banner 468x60