Kasus Setda Buru Makin Melebar, Sejumlah Pejabat Diduga Terlibat

  • Whatsapp
banner 468x60

Maluku, LiraNews – Kasus pada Sekretariat Kabupaten Buru tahun 2016, 2017 & 2018 semakin melebar. Persidangan yang dilakukan pada PN Ambon, saat ini masih dalam pemeriksaan saksi-saksi.

JPU telah menetapkan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, sebagai tersangka, masing-masing dengan peranannya. Yang pertama Drs. Ahmad Assagaf, M.Si, yang juga Sekda Buru saat itu. Kemudian La Joni Ali SH, bendaharawan pengeluaran Setda Buru.

Read More

banner 300250

Kedua pejabat ini diganjar sebagai tersangka oleh JPU, karena diduga telah melakukan penyimpangan dalam memberikan pertanggungan jawaban.

“Data yang ada pada LSM LIRA Maluku, disebutkan adanya penyimpangan karena ada belanja yang lebih tinggi dari pagu anggaran untuk kegiatan perawatan kendaraan bermotor, sewa perlengkapan peralatan kantor sebesar Rp. 183 juta,” ujar GubernurvLSM LIRA Maluku, Jan Sariwating.

Kemudian kegiatan yang tidak dilaksanakan ( fiktif ) pada belanja sewa sarana mobilitas, & sewa perlengkapan peralatan kantor sebesar Rp. 11,1 Milliar.
Dana sebesar Rp. 11,1 Milliar ini, sesuai data yang ada mengalir ke sejumlah kalangan.

Ibarat aliran air, dana sebesar ini mengalir dari hulu ke hilir sampai jauh. Ada dana sebesar Rp. 1,7 Milliar yang diserahkan bendaharawan pengeluaran La Joni kepada ex Sekda Buru, Assagaf.

“Oleh Assagaf, dana tersebut dibagikan kepada 19 orang dari berbagai profesi, besarannya bervariasi dari jumlah terkecil Rp.10 juta, hingga paling besar Rp. 300 juta,” ungkapnya

Tidak hanya sampai disitu, La Joni juga diperintahkan oleh Assagaf, agar menyerahkan dana sebesar Rp. 735 juta.
Dana ini dipakai diantaranya atas perintah Bupati, Ramly Umasugi S.Pi. MM sebesar Rp. 420 juta yang digunakan untuk biaya perjalanan dinas sebesar Rp. 50 juta, pemberian uang tunai kepada tamu Bupati, ajudan Bupati, AT, personil Polres Buru sebesar Rp. 370 juta.

Serta untuk tamu-tamu Forkopimda sebesar Rp. 150 juta, & untuk pengurusan tapal batas antara Kab. Buru & Bursel sbsr Rp. 100 juta diterima oleh staf Pegawai Pemkab Buru, Dodi Kabau. Selebihnya sebesar Rp. 65 juta merupakan pinjaman pribadi Assagaf.

“Terasa janggal juga, kalau kasus dengan nilai sebesar ini tidak melibatkan pejabat-pejabat teras pada Pemda Buru.
Sejumlah pejabat eselon 2, diduga turut bersama merancang agar sebagian dari dana sebesar itu, bisa dipakai untuk menaikan citra/ gengsi dari Pemkab. Dan untuk itu ada dana sebesar milyaran rupiah khusus diberikan kepada salah satu instansi vital,” ucap Jan Sariwating.

Dia meminta hakim pengadilan harus berlaku adil. Jangan hanya Assagaf & La Joni yang dijadikan tumbal. Siapapun yang terlibat harus di panggil tanpa pandang bulu.

“Ada keterlibatan yang menjurus kepada tindak pidana korupsi, maka harus juga dihukum sesuai dengan tingkat perbuatannya,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60