Kebakaran Gedung Kejagung, Hilangkan Barang Bukti Kasus Korupsi?

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikabarkan mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8/2020) malam sekitar pukul 19.10 WIB.

Mulanya kebakaran besar terjadi di sisi utara sebelah kanan gedung lalu merembet hingga ke sisi tengah hingga sebagian kecil sisi selatan.

Read More

banner 300250

Kebakaran, hanya menghanguskan plafon ruangan Sasana Baharuddin Lopa. Api diduga akibat hubungan arus pendek dari ruang panel sentral listrik dan air conditioner di lantai dua.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman berharap, kebakaran tersebut tidak mengganggu pengusutan yang dilakukan Kejaksaan Agung atas kasus dugaan suap terkait pelarian Djoko S Tjandra alias Joko S Tjandra, yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan terpidana Djoko Tjandra.

“Meskipun berkas penanganan perkara tersangka jaksa Pinangki Sirna Malasari berada di gedung Bundar (Pidana Khusus) yang tidak terbakar. Namun jangan sampai penyidikan Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra terganggu,” ujar Boyamin, Minggu (23/8/2020).

Sebelumnya, Pinangki ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga membantu Djoko Tjandra. Ia diduga menerima uang sebesar 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 7 miliar atas bantuan yang diberikan.

Boyamin meminta Kejagung dalam hal ini Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) untuk mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi berupa gratifikasi yang menjerat tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari. “Harus dipercepat dan dijaga keamanannya, termasuk diperbanyak smoke detektor,” katanya.

Boyamin jugela meminta Kejagung untuk membackup data dokumen yang, termasuk yang ada kaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi, sebelum ditangani Direktorat Penyidikan Jampidsus.

“Hal ini demi menjaga alat bukti dan arsip kasus, Semua materi (berkas kasus) disimpan ganda dalam bentuk backup data oleh tim penyidik. Sehingga jika terbakar lagi, maka data tetap aman,” jelasnya.

Sebelumnya, pengacara, Razman Nasution menduga kebakaran yang melahap gedung Kejaksaan Agung sengaja dilakukan untuk menghilangkan dokumen dan barang bukti kasus Djoko Tjandra dan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Saya menduga terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI sengaja dilakukan untuk menghilangkan dokumen dan barang bukti,” katanya, Sabtu 22 Agustus 2020 malam. Seperti melansir tempo.co

Razman meminta Presiden Joko Widodo untuk segera memerintahkan Kepala Kepolisian RI untuk mengusut dugaan kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

Ia tak percaya dengan pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono yang menyatakan bahwa tak ada dokumen yang terbakar.

Razman mengingatkan agar Gedung Mabes Polri dan KPK untuk dijaga karena bisa jadi sasaran berikutnya. Kendati demikian, ia tak menjelaskan dari mana asal dugaannya tersebut. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60