Kebelet Pelesiran di Masa Pandemi, LSM LIRA: Wali Kota Malang Sutiaji Kasi Contoh Buruk Abaikan Prokes

Gravatar Image
  • Whatsapp

Malang, LiraNews – Wali Kota Malang diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ketika masyarakat dibatasi bahkan dilarang beraktivitas keramaian, Wali Kota dan para pejabat Pemkot Malang malah asik bertamasya ke Pantai.

Rombongan tersebut diperkirakan kurang lebih 50 orang yang diantaranya adalah Wali Kota Malang, Drs H. SUTIAJI bersama istri, Sekda Kota Malang, ERIK SETIANTO beserta istri, Kadishub Kota Malang, HERU MULYONO, Pejabat OPD Pemerintahan Kota Malang, Camat se-Kota Malang, Perwakilan Lurah se-Kota Malang, Anggota Satpol PP Kota Malang, dan Anggota Dishub Kota Malang.

Read More
banner 300250

Kondisi tersebut tersebar melalui berbagai media sosial dan pesan aplikasi WhatsApp, Minggu (19/9/2021).

Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa Wali Kota Malang Sutiaji beserta rombongan Pemkot Malang memaksa masuk ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang kondisinya sementara ditutup.

Tampak pula beberapa mobil dinas berplat merah berada di lokasi. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10 pagi, Minggu (19/09/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mulanya rombongan Wali Kota Malang gowes dari rumah dinas ke Pantai Kondang Merak. Sesampainya di tempat itu, rombongan berusaha masuk ke pantai untuk beristirahat.

“Ceritanya begini, pagi-pagi Wali Kota Malang gowes dari rumah dinasnya di Kota Malang ke Pantai Kondang. Sampai di lokasi sama rombongan gowes sempat dihentikan saat akan masuk lokasi oleh petugas gabungan, sehubungan hingga saat ini Pantai Wisata Kondang Merak & Banyu Meneng serta sepanjang pantai wisata se wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang belum dibuka bagi pengunjung. Karena masih PPKM Level 3 Malang Raya sesuai dengan Instruksi Mendagri 42/2021 dan Surat Keputusan Bupati Malang,” isi dalam pesan di Whatsapp yang beredar tersebut.

Tetapi yang diketahui dari beberapa sumber, rombongan Wali Kota Malang tetap memaksa masuk terus mereka istirahat dan makan siang di Pantai Kondang Merak, kemudian foto-foto bersama rombongan Wali Kota, Sekda bersama jajaran OPD Pemkota Malang.

Kemudian pukul 12.15 WIB, rombongan Wali Kota Malang, Sekda bersama jajaran OPD Pemkot Malang meninggalkan areal Pantai Wisata Kondang Merak.

Kegiatan gowes Wali Kota Malang bersama rombongan diduga tidak ada surat resmi pemberitahuan maupun koordinasi dengan Muspika Bantur serta dengan pihak pengelola pantai wisata.

 

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso ketika diklarifikasi, pihaknya meminta langsung menanyakan kepada Kabag Humas Pemkot Malang agar informasi lebih jelas.

“Lebih jelasnya bisa konfirmasi ke Bag Humas saja mas, biar informasi lebih jelas dan lebih lengkap,” seru Erik Setyo Santoso, melalui sambungan telepon, Minggu (19/9/2021).

Kemudian saat dikonfirmasi kepada Kabag Humas Pemkot Malang, Donny Sandito mengklarifikasi tidak ada penolakan yang terjadi. Hanya sekadar miskomunikasi tidak dapat menghubungi pihak kepolisian karena terganggu sinyal.

“Sebenarnya tidak (ditolak), mungkin sinyal disana tidak bisa (jelek). Bapak Kapolsek juga masih di kota tidak bisa dihubungi,” jawab Donny Sandito, melalui sambungan telepon.

para

Menurutnya, rombongan sengaja mampir untuk istirahat tidak terlalu lama. Karena perjalanan jauh, daripada beristirahat di bahu jalan.

Dony menambahkan, sempat beristirahat selama setengah jam tidak sampai satu jam. Rute yang dilalui memang mengarah ke Jalur Lintas Selatan (JLS), bukan untuk berwisata.

“Tidak (ke pantai), kesana saja maksudnya arah ke JLS. Cuma gowes dari Kota ke Bantur saja. Biar sehat saja begitu tidak ada tujuan rekreasi,” ujarnya.

Ketika kejadian ini dikonfirmasikan kepada Walikota LSM LiRA Kota Malang Drs Syarifuddin Nahar akrabnya dipanggil Arif, mengatakan bahwa tindakan Walikota Malang ini sangatlah tidak pantas, tidak memberi contoh yang baik terhadap masyarakat.

Selama ini masyarakat dikekang dengan aturan prokes yang demikian ketat dan sekarang Covid-19 sudah mulai mengurang kok sekarang pejabatnya pada hura hura, nggak ada susah sama sekali.

Ini kali kedua wali kota melakukan seperti ini dugaan yang sama, dulu ketika rakyat malang geger dengan BEBEK Ulang Tahun, seharusnya Wali Kota Malang bisa berkaca dengan kejadian pertama dulu. Juga tentang penggunaan mobil plat merah di luar jam dinas, ini jelas-jelas dilarang kok rombongan wali kota bisa melakukan hal seperti itu, opo Wali Kota Malang ingin warganya memberi pelajaran yang sangat keras?

Related posts