Kecewa, LSM LIRA Laporkan Polsek Wonokromo Ke Propam Polrestabes Surabaya

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNewS –  Kecewa terhadap pelayanan penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Wonokromo, DPD LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kota Surabaya mengadu ke Propam Polrestabes Surabaya. Hal itu dikatakan oleh Tim Advokat LBH LIRA, Indra Permana, S.H. M.H.

“Iya benar, kami sudah membuat laporan ke Propam Polrestabes Surabaya pada Jumat  ( 4/6/2021) atas dugaan tidak profesionalnya oknum penyidik Polsek Wonokromo,” ujarnya kepada media via sambungan telpon, Minggu (6/6/2021).

Read More

banner 300250

Indra mengatakan, pihaknya terpaksa membuat laporan ke Propam karena merasa di pingpong saat akan membuat laporan kasus perampasan yang dialami kliennya beberapa waktu lalu. Penolakan dua laporan atas kasus berbeda yang menimpa kliennya, menurut dia, membuktikan pelayanan Polsek Wonokromo cenderung menghambat dan merugikannya.

“Alhamdulillah kemarin sudah gelar perkara di kantor Propam sebagai pelengkap atas laporan yang kami sampaikan. Insya Alloh hari Senin besok Propam Polrestabes Surabaya akan melakukan investigasi lapangan di Polsek Wonokromo,” jelas Indra.

“Saya berharap, hal ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, karena jika hal ini terbukti kan bisa mencoreng marwah Polri atas ulah oknum yang kami duga tidak professional dalam menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPD LSM LIRA Kota Surabaya mendapatkan laporan seorang karyawati Toko [YR 25 Tahun] di Surabaya yang mengaku sebagai korban perampasan harta pribadinya dan tuduhan pencurian yang diduga dilakukan oleh majikannya.

YR menjelaskan kronologis kejadiannya, pada tanggal 23 mei saat bertugas menjaga toko sendirian tiba-tiba sekitar pukul 9.45 WIB datang seseorang yang tidak dikenal masuk toko seperti layaknya calon customer dan kemudian keluar.

Setelah itu, YR baru tersadar bahwa beberapa produk “voucher internet senilai Rp.9.726.000” telah hilang. Mengetahui hal itu, YR melaporkan kejadian tersebut kepada AT majikannnya, ujar YR kepada media saat mengadu di kantor DPD LSM LIRA Jumat (21/5/2021).

Mengetahui hal itu, majikannya marah dan sempat menuduh YR berkomplot dengan pencuri yang terekam oleh CCTV di Toko itu. Merasa hal itu tidak benar, YR menyangkal tuduhan tersebut dan mengaku salah karena lalai sehingga berdampak pada hilangnya barang-barang di Toko, lanjut wanita asal kabupaten Nganjuk itu.

Akhirnya YR bersedia mengganti rugi atas barang yang telah hilang dengan cara potong gaji setiap bulan. Namun AT tidak berkenan dan memaksa YR menandatangani surat pernyataan untuk menjaminkan surat-surat berharga dan motornya sebagai jaminan dan YR tidak menyetujuinya.

“Hingga pada akhirnya, AT diduga melakukan dugaan perampasan barang-barang pribadi dan motornya dengan menyuruh beberapa karyawannya,” ungkap YR.

Kasus pencurian itu sebenarny sudah dilaporkan YR kepada Polsek Wonokromo setelah kejadian pencurian tersebut terjadi. Namun kemudian saat kembali membuat laporan dugaan perampasan oleh majikannya, laporan YR yang didampingi oleh tim LBH LIRA tidak dapat diproses karena alasan yang tidak jelas. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60