Kedubes Prancis Jadi Sasaran Demonstrasi, PKS: Macron Harus Segera Minta Maaf Kepada Umat Islam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam menuai polemik internasional, khususnya di dunia Islam.

Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis di negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam pun menjadi sasaran demontrasi massa menuntut permintaan maaf Macron, tak terkecuali di Indonesia.

Read More

banner 300250

Menyikapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKS (F-PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mendesak Presiden Perancis Emmanuel Macron segera menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam dunia dan mengubah sikap dan pandangannya yang melegalkan karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Hal tersebut disampaikan Jazuli kepada para awak media, Kamis (5/11/2020).

Menurut Jazuli, langkah tersebut bisa meredakan kegaduhan dan menjadi titik balik mempromosikan kedamaian dunia.

“Kegaduhan karikatur Nabi Muhammad bisa selesai jika Presiden Macron dengan besar hati meminta maaf kepada umat Islam dunia atas sikap dan pandangannya yang mendukung dan menguzinkan penyebaran karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad,” ujar Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, sebagai pemimpin negara modern Macron seharusnya menghormati dan berpedoman pada prinsip-prinsip HAM Universal di mana agama dan keyakinan merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati dalam rangka menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

Untuk itu, lanjut Jazuli, setiap warga dunia harus mengembangkan sikap toleransi dan tidak menyinggung agama dan keyakinan lain.

“Kebebasan berekspresi selalu punya batasan yaitu penghormatan terhadap keyakinan dan tidak melukai perasaan umat lain. Ada perbedaan mendasar antara kebebasan dan kesengajaan untuk menghina, mengolok-olok dan merendahkan. Apalagi hal itu ditujukan kepada Nabi yang sangat dimuliakan oleh 1,9 miliar umat Islam dunia,” jelasnya.

Menurut Wakil Presiden Forum Parlemen Muslim Dunia ini, Presiden Perancis harusnya mencontoh sikap pemimpin dunia lainnya yang dengan tegas tidak akan mengizinkan penerbitan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad seperti yang diekspresikan oleh Pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Menurut Jazuli, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, apalagi sampai melukai umat Islam dunia.

“Bersikaplah gentlement Presiden Macron dengan meminta maaf kepada umat Islam dunia. Selanjutnya, mari promosikan ketertiban dan perdamaian dunia dengan mendukung kebebasan yang bertanggung jawab, yang tidak melukai umat Islam dunia dan umat agama manapun,” pungkas legislator asal Dapil Banten 2 ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60