Kegiatan KKN di Desa Cirejag Kecamatan Jatisari, Karawang Tahun 2021

Gravatar Image
  • Whatsapp
Mahasiswa dan dosen pembimbing bersama Kepala Desa, Babinkamtibmas serta pengelola PKBM

Jakarta, LiraNews – Tri Dharma Perguruan Tinggi, ketiga faktor tersebut memiliki hubungan yang sangat erat satu dengan lainnya layaknya metode ilmiah. Pendidikan dan pengajaran digunakan sebagai landasan untuk memulai suatu penelitian dan pengembangan. Kegiatan penelitian merupakan langkah awal sebagai persiapan untuk mengabdi kepada masyarakat.

KKN (Kuliah Kerja Nyata) direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis berdasarkan tema yang digali dari potensi masyarakat, dirumuskan, dan dilaksanakan bersama masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memacu kemampuan masyarakat dalam pengembangan diri dan wilayah sehingga kesejahteraannya meningkat.

Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) telah menetapkan KKN sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa didalam menyelesaikan beban Satuan Kredit Semester (sks) untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S.1). Secara umum, tujuan yang ingin dicapai dari KKN UNSIKA dalam konteks pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui serangkaian program dan kegiatan KKN UNSIKA yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNSIKA.

Desa Cirejag Memiliki Luas 328 Ha, berada dalam lingkup Kecamatan Jatisari yang tanah lahannya masih dikelilingi pesawahan. Luas tanah sawah 202 Ha, luas tanah kering 74 Ha, tanah basah 2 Ha, tanah perkebuan 3 Ha, dan tanah fasilitas umum 47 Ha. Desa Cirejag memiliki banyak potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan, mulai dari pertanian dan perkebunan, termasuk budidaya jamur merang.

Kelompok KKN 157 dengan judul “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tutor dalam Mendukung Layanan dan Peningkatan Mutu Program Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pertanian di Desa Cirejag Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang”, melaksanakan kegiatannya pada bulan September sampai dengan November 2021, dan memiliki lima bidang kegiatan yaitu bidang pertanian, bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang hukum.

Mahasiswa bersama pengelola PKBM dan tutor pendidikan kesetaraan

Setiap bidang memiliki program kerja sesuai dengan fokusnya. Adapun program kerja bidang pertanian yaitu pemanfaatan limbah jamur merang menjadi pupuk kompos dan pembuatan ecobrick dari limbah plastik, program kerja bidang ekonomi yaitu pelatihan pembuatan kaldu jamur merang dan digital marketing untuk pemasaran jamur merang dan produk olahannya, program kerja bidang pendidikan yaitu pelatihan bahasa Inggris bagi tutor pendidikan kesetaraan, program kerja bidang kesehatan terdiri dari pembuatan pestisida nabati dan penyediaan standbanner tentang pentingnya mencuci tangan dan menggunakan masker, dan yang terakhir program kerja bidang hukum yaitu sosialisasi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Hasil yang dicapai untuk program kerja bidang pertanian yaitu terlaksananya penyuluhan pemanfaatan limbah jamur merang yang dapat dengan mudah diterapkan pada masyarakat Desa Cirejag, Jatisari. Pemberian materi meliputi pengenalan limbah jamur merang dan praktik pembuatan kompos dengan memanfaatkan limbah jamur merang, sedangkan dalam pembuatan ecobrick terciptanya bangku dan meja untuk anak-anak TK yang dapat digunakan sebagai program kerja tutor PKBM di Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Pada program kerja bidang ekonomi hasil yang dicapai adalah sebuah vidio pembuatan kaldu bubuk jamur merang, yang dikirimkan kepada para tutor dan kemudian dibagikan kepada seluruh masyarakat desa Cirejag melalui media sosial dan para petani jamur merang dapat memasarkan produknya melalui digital marketing di media sosial. Hasil yang dicapai pada program kerja bidang pendidikan yaitu terlaksananya pembelajaran bahasa Inggris kepada tutor pendidikan kesetaraan di desa Cirejag.

Kegiatan ini berupa pemberian materi berbahasa Inggris kepada para tutor pendidikan kesetaraan seperti, Intoduction, Conversation, Reading, dan Vocabulary di setiap pertemuan, dan materi materi yang telah diajarkan kemudian diberikan kepada para tutor agar kelak mereka bisa mengajarkan kembali kepada warga belajar di PKBM Sanggar Juang di Desa Cirejag.

Pada program kerja bidang kesehatan hasil yang dicapai adalah pembuatan pestisida nabati dapat dipraktikan dan dibuat oleh para tutor serta para petani untuk pengendalian hama menggunakan pestisida nabati, karena pestisida nabati ini aman untuk kesehatan manusia. Selain itu pestisida nabati tidak mencemarkan lingkungan, dan bahan untuk pembuatan pestisida nabati dari bahan alami yang mudah dicari di lingkungan sekitar.

Hasil yang dicapai dalam program kerja bidang hukum yaitu meningkatkan pengetahuan para warga dan petani mengenai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai landasan atas perlindungan lahan pertanian. Program-program tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk masyarakat serta menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan terutama yang terkait dengan pertanian yang ada di Desa Cirejag.

Related posts