Kejati Maluku Berjanji Akan Panggil Bupati MBD; Terkait Kasus KMP Marsela

  • Whatsapp
banner 468x60

Maluku, LiraNews – Kasus KMP Marsela kini semakin memanas. Kejati Maluku sebagai aparat penegak hukum, dinilai tak bernyali untuk tuntaskan kasus ini. Padahal kasus ini telah dilaporkan sejak Juni 2019 tahun lalu.

Itulah sebagian orasi yang disampaikan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya ( GPP- MBD ).
Dalam aksi demo yang dilakukan kemarin siang di Kantor Kejati, ketua umum GPP- MBD, Nus Termas sangat menyesalkan sikap Kejati, karena tidak mampu untuk menuntaskan kasus ini.

Seyogianya hal ini tidak boleh terjadi karena semua bukti-bukti pendukung sudah diserahkan semuax ke pe nyidik. Apalagi Kejati, dengan surat penyidikan tgl 24 Peb. 2020 no. Prin-01/Q.1/Fd.1/02/2020, telah tingkatkan kasus ini ke penyidikan.

Menurut Termas, sebagai terlapor Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach ( BTN ) sudah harus dipanggil untuk dimintai keteranganx se putar tidak beroperasinya KMP Marsela sehingga masyarakat sangat dirugikan, karena ketiadaan moda transportasi.

BTN di tahun 2012 – 2014, ditetapkan sebagai Direktur PT Kal wedo, sebuah BUMD yang ditugaskan untuk mengoperasionalkan KMP dimaksud.
Namun karena pengelolaan yang tidak profesional, sehingga perusahaan ini mengalami kebangkrutan.

Setelah bangkrut, ternyata banyak item2 penerimaan yang tdak bisa dipertanggung jawabkan. Antara lain dana penyertaan modal Rp. 10 Milliar, berikut subsidi dari pemerin tah pusat Rp. 6 Milliar per tahun dari tahun 2012 hingga 2018.

Karena itu, dalam dialog dengan pihak Kejati, Termas meminta supaya BTN segera dipanggil untuk dimintai keterangan sekitar carut marutx penanganan BUMD di maksud. Dalam lapiranx ke Kejati, BTN dilaporkan sebagai Dir. BUMD bukan dalam kapasitas sebagai Bupati.

Jadi Kejati tidak perlu ragu untuk memanggil ybs, apalagi sudah banyak saksi yang pernah di mintai keterangan.
Permintaan pendemo untuk mene mui Kajati, tidak terwujud, karena sedang tidak berada di tempat.

Asisten Intelejen ( Asintel ), Muji Martopo yang mewakili Kajati, dengan suara lantang & tegas berjanji di depan pendemo, bahwa Kejati Maluku pasti dengan segera memanggil BTN untuk dimintai keterangan seputar kasus ini.
Dengan janji seperti ini, pendemo berharap untuk secepatnya dapat direalisir, sehingga kepercayaan masyarakat kepada jajaran Kejati tidak hanya sebatas pemanis bibir. LN- JAN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60