Kemen PPPA RI dan Komnas Anak Membangun Program Kemitraan Strategi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Untuk membicarakan dan ikut berpartisipasi menjalankan 5 pokok program Prioritas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak di Indonesia yang menjadi visi dan misi dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan penuh keakraban, Dewan Komisoner Komisi Nasional Perlindungan Anak diterima ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di ruang kerjanya, kemaren.

Pertemuan dengan suasana saling membagi itu sdalah untuk membicarakan tindak lanjut dan peran masing-masing lembaga termasuk Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Nusantara lbesutan Komnas Perlindungan Anak untuk menjalankan dan ikut serta dalam arak-arakan mengimplementasikan dan mewujudkan 5 pokok program perioritas tersebut.

Dari lima pokok program prioritas tersebut, Komnas Perlindungan akan mrngambil peran dalam program pengurangan Perkawinan usia anak dan pengurangan pekerja anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan seksual termasuk penangananan anak yang dieksploitasi secara seksual komersial, serta dijadikan perbudakan seks anak (child sexual bonded) dan kerjasama memutus mata rantai kekerasan terhadap Anak.

“Untuk maksud itu, dalam waktu dekat percakapan itu akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Akta Nota Kesepemahaman (MoU) guna mengatur peran serta kelembagaan,” ujar Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Untuk memastikan kebersamaan mengimplementasi5 pokok program perioritas tersebut sebelumnya Arist menjelaskan latar belakang sejarah tentang keberadaan, peran serta hadirnya Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se Nusantara dalam Gerakan Nasional Perlindungan Anak di Indonesia sejak didirikan tahun 1998 oleh pemerintah dan masyarakat dengan bantuan teknis Badan PBB Urusan Anak Unicef.

Dalam kesempatan itu pula, Arist Merdeka Sitait menjelaskan untuk memastikan implementasi MoU Gerakan Perlindungan Anak di Indonesia tersebut, demikian juga untuk menjalan misi dan visi itu, saat ini telah dibentuk LPA yang telah terverikasi kelembagaannya di 179 Kabupaten, Kota dan Propinsi sebagai mitra kelembagaan di daerah siap untuk menjalan 5 pokok program prioritas itu di masing-masing daerah.

“Inilah bentuk nyata partisipasi dan keterlibatan Komnas Perlindungan Anak dalam memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, perkawinan usia anak dan pengurangan ekplotasi anak untuk tujuan pekerja anak dan untuk tujuan seksual komersial yang menjadi program perioritas Kementeria PPPA RI,” jelas Arist.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Dhanang Sangkono Sekretaris Jenderal, Muhammad Uut Lutfi Komissioner Bidang penguatan Kelembagaan dan Jaringan Kerja, Lia Latifah Komisioner Pengembangan Sumber Perlindungan Anak, dan staff Komnas Perlindungan Anak juga dibicarakan rencana program kerjasama pelatihan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak berbasis Konvensi Hak Anak (KHA) bagi para aktivis dan stakeholder perlindungan anak di Indonesia.

Disamping itu, dalam audensi penuh keakraban dengan ibu Mentrri yang didampingi Asdep Deputy Perlindungan Anak tersebut juga diperbincangkan rencana kunjungan kerja ke komunitas anak didaerah yang dibangun masyarakat, LPA dan forum anak serta rencana Hari Anak”, kata Arist.

“Terima kasih ya pak Arist telah datang mengunjungi Kemen PPPA bersama Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak. Kunjungan ini sangat luar biasa dan penghargaan bagi kami”, demikian disampaikan ibu Menteri PPPA setelah mendengar panjang lebar penjelasan Arist Merdeka mengenai mengenai maksud kedatangan dan audensi tersebut.

Ibu Menteri meresponnya bahwa masukan dan usulan Komnas Perlindungan Anak yang disampaikan akan segera kami ditindaklanjuti, dan meminta kesediaan Komnas Perlindungan Anak turun bersama untuk membangun gerakan memutus mata rantai kerasan terhadap anak sebagai bagian program strategis pemerintah. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60