Kemenhan Perkuat Digitalisasi Pertahanan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memacu proses digitalisasi sistem pertahanan agar tak ketinggalan jaman.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono mengatakan, perkembangan teknologi memang sangat massif dan sudah dominan dalam mengambil alih konsep militer lama.

“Memang sudah terjadi revolusi di pengelolaan pertahanan secara global. Ini tentu membutuhkan perubahan cara berfikir dalam strategi pertahanan perperangan di masa depan,” jelas Wahyo Trenggono yang hadir dalam pembukaan DefExpo 2020 di Lucknow, India, Kamis (7/2/2020).

Ia ditemani oleh sejumlah Pejabat di lingkungan TNI dan Kementrian Pertahanan (Kemhan) mewakili Menhan Prabowo menghadiri

Pameran industri pertahanan itu dibuka oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Lebih dari seribu perusahaan ikut dalam pameran itu, termasuk 165 perusahaan dari luar India.

35 menteri pertahanan dan pejabat setingkat menteri dari berbagai negara hadir dalam pameran yang diusung DefExpo 2020 dengan tema “Digital Transformation of Defence”.

Dikatakan Trenggono, era digital telah mengubah lanskap dari sebuah perperangan dimana dunia siber dan ruang angkasa menjadi bagian yang strategis dari sebuah negara selain teritori darat, laut, dan udara.

“Arus dan keamanan data menjadi salah satu bagian penting dari militer modern,” tegasnya.

Ia juga menyebut kecerdasan buatan, autonomous system, bahkan sensor sudah ada di mana-mana. Termasuk teknologi manufaktuf aditif, dan Quantum Science menjadi pendorong untuk suksesnya transformasi digital di dunia militer modern.

Bagi Trenggono, perlu adanya kepastian order dari Kementrian Pertahanan dan Kementrian/Lembaga Pemerintah yang lain, untuk memandirikan industri pertahanan nasional ke tingkat global.

“Kalau dilihat dari pameran ini kan jelas sekali. Manufaktur industri pertahanan yang sukses di era digital itu harus kuat dalam pengembangan perangkat lunak, menguasai Teknologi Informasi,” tegasnya.

Ia juga menilai harus ada kolaborasi dengan pemain lainnya agar mampu membuat persenjataan yang sesuai dengan kebutuhan era masa depan.

“Ilmu yang saya dapat selama di sini akan digunakan untuk mempercepat transformasi digital di pertahanan Indonesia, agar mimpi Pak Jokowi bisa kita wujudkan,” jelas Wahyu Sakti Trenggono, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga menekankan perlunya percepatan dalam mengadaptasi teknologi bagi dunia militer dan pertahanan negara.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat Rapim Kemenhan, TNI, dan Polri tahun 2020 di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurut Jokowi, industri pertahanan nasional perlu menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Katenanya, kemandirian industri pertahanan nasional harus segera dimulai.

Kata Jokowi, banyak negara yang sudah memulai mengadopsi teknologi canggih pada sistem pertahanannya. Karena itu, ia pun meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono memperkuat penguasaan teknologi pertahanan.

Titik beratnya pada dua hal. Pertama, teknologi otomatisasi yang akan disertai dengan pengembangan sistem senjata yang otonom.

Kedua, sistem pertahanan nasional juga harus meningkatkan teknologi sensor yang mengarah pada pengembangan sistem pengindraan jarak jauh. Ketiga pengembangan sistem siber nasional.

Sementara untuk menghasilkan produk alustista yang berdaya saing, Jokowi meminta untuk mengadopsi konsep digitalisasi.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60