Kemenkop Dan Ukm Dukung Koperasi Primer Himaba Ri

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Liranews, Jakarta — Menurut Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto, pendiri koperasi itu jangan sampai melupakan jati diri koperasi yang identik dengan gotong royong.

Nantinya, gotong royong itu meskipun anggarannya banyak tetap bisa mengupayakan atau mengedepankan sikap kegotong royongan. Tujuannya, yakni bagaimana koperasi ini bisa besar lagi.

Membentuk koperasi jangan hanya ikut-ikutan saja karena hal itu kaitannya dengan kepentingan orang banyak. Tapi, harus punya visi dan misinya yang jelas.

“Siapa pun pengurusnya tetap membina anggotanya dengan melalui pendidikan anggota. Hak dan kewajiban anggota koperasinya  harus jelas,” ujar Luhur pada liranews.com diruang kerjanya, Kemenkop, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatam, beberapa waktu lalu.

Disamping itu, pengurus harus “tepo seliro” atau tenggang rasa,  kenali anggotanya. Kalau anggotanya tidak dikenal, tentu menjadi hambatan untuk membangun sebuah koperasi.
Koperasi jadi besar karena disuport anggotanya sendiri dan dinakodai oleh pengurusnya.

Untuk pasca rehabilitasi, ketika mereka akan direkrut menjadi anggota koperasi, pengurus koperasi harus tetap mendampingi, memantau, membina mereka sesuai keahlianmya masing-masing. Ini tujuannya jangan sampai pecandu ini kembali dekat dunianya, narkoba sebelumnya.

Luhur juga berpesan pengurus mendekati pecandu pasca rehabilitasi, bagaimana peran koperasi. Kalau punya program yang bagus untuk masyarakat dan ànak-anak yang terkena narkoba. Programnya pun tidak hanya bergerak dalam bidang usaha saja, tapi pemulihan mental.

“Itulah manfaat dari koperasi disamping sisi sosialnya, ada usahanya. Pengurus tetap konsisten dalam pembinaan pecandu narkoba,” terangnya.

Sekali lagi, untuk pembinaan para pecandu, seperti yang dikatakan sebelumnya, yakni kenali keanggotaan, meski pengurus pusatnya jauh dari daerah, paling tidak ada kantor cabangnya.

Intinya, terus melakukan pendekatan, memberikan masukan-masukan yang positif. Kalau mantan pecandu itu Muslim, maka diarahkan unsur dakwahnya, IMTAQnya. Juga kalau mereka non Muslim tentu dibimbing sesuai agama dianutnya.

Bimbingan itu, tujuannya supaya dibuka lagi pikirannya, karena sebagian besar jadi pecandu karena sebelumnya tidak mengetahui dampaknya, bahayanya.

Awalnya hanya coba-coba, sedikit-sedikit, tapi lama-lama kecanduan, hingga perabot dirumah ludes dijual demi memenuhi keinginan pada narkoba. Mereka tidak terkontrol karena pengaruh lingkungannya sendiri, sehingga merusak nama keluarga.

Untuk itu kedepan, bagaimana masyarakat bisa diarahakan untuk berwira usaha, supaya nantinya mereka bisa beraktifitas. Mereka bisa mengetahui bagaimana hidup sehat tanpa narkoba.

“Makanya Koperasi Primer Himaba RI ini sangat cocok. Adanya koperasi, adanya kegiatan sosial Insya Allah pecandu bisa dibina, Hidup sehat proaktif, “tandas Luhur.

Sementara itu Asisten Deputi Bagian Hukum Koperasi, Nasrun mengatakàn, dalam mendirikan sebuah koperasi itu pengurus harus fokus. Usaha anggota itu benar-benar dikerjakan dengan baik. Artinya, sebagai pengurus itu harus dipetakan dulu.

Berdasarkan pengalamanmya, dari awal pembentukan koperasi pengurusnya bersemangat. Semangat mereka diapresiasi oleh pihak berwenang, terutama dari Kementerian Koperasi itu sendiri.

Jadi, ketika sudah ada badan hukum maka tentu banyak stafnya. Tapi, semangat itu tidak berlangsung lama dan akhirmya koperasi tidak terurus alias bubar dengan sendirinya.

“Nah ini yang menjadi kendala bagi kami. Ini hanya gambaran bagi pihak yang membentuk badan usaha koperasi. Intinya tetap fokus, semangat,” pungkas Nasrun.

Disamping itu Ketua Umum Himaba RI (Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia, Windu Priyo Wibowo mengatakan, Hadirnya Koperasi Primer Himaba RI adalah merupakan bagian dari organisasi Himaba RI. Kepengurusan Koperasi ini baru meliputi wilayah Jabodetabek.

“Harapan saya, Kementrian Koperasi dan UKM mendukung langkah- langkah Koperasi HIMABA RI dalam mewujudkan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia yang sehat, produktif, sejahtera dan bermartabat,” ujar Windu.

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Fri May 17 , 2019
LiraNews.Com