Kenapa Uang Rupiah Cetakan Baru Tidak Berlaku Diluar Negeri, Ilegalkah..?

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Coba perhatikan tanda tangan yang tercantum dalam uang rupiah cetakan lama dan yang baru, ada perbedaan yang sangat prinsip.

“Intinya, uang rupiah yang lama di ttd Gubernur BI dan salah satu deputy BI. Uang baru di ttd Gub BI dan menteri keuangan.
Semua uang yg baru …tanda tangannya….ada campur tangan pemerintah……yg selama ini nggak pernah menteri keuangan ikut ttd uang rupiah,” ujar Rudy Razi dalam akun Facebooknya.

Uang baru, paparnya, mencantumkan tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia menghilangkan tulisan Bank Indonesia (hanya ada dicantumkan di muka belakang).
Satu lagi.

Uang lama, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BANK INDONESIA MÈNGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI
Uang baru….DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI

“Silahkan cermati…perbedaannya.
Biasanya yg mengeluarkan uang adalah BI…..yang sekarang yg mengeluarkan RUPIAH adalalah NKRI bukan Bank Indonesia……ya jelas nggak ada colatteral….diluar prosedur …ilegal….,” katanya.

Menurutnya, selama ini kewenangan BI (tidak ada dalam struktur pemerintah, tidak dibawah kendali pemerintah).

“Ini fakta …uang release baru tdk sah…
Yang ngeluarin bukan BI,” tambahnya.

Uang yang dikeluarkan BI, menurutnya, masih diterima di luar negeri. Tapi Rupiah yang dikeluarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak diterima di luar negeri.

“Rupiah terbitan NKRI berlaku lokal…..celah untuk korupsi besar besaran,” pungkasnya.

Sebagaimana dikabarkan, uang pecahan rupiah baru di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura dan Arab Saudi ditolak.

Seorang netizen bernama Dee Abdurrahman mengaku mengalami penolakan saat ingin menukarkan uang rupiah baru ke mata uang dolar AS. Melalui akun Facebooknya, dia mengungkapkan keluhannya tentang legalitas uang rupiah baru di luar negeri.

“Uang baru hanya berlaku di Indonesia saja. Saya kemarin di Hong Kong dan Singapura tidak bisa ditukar,” kata Dee.

Kejadian yang sama juga dialami netizen lainnya Yanto. Dia mengatakan, istrinya kesulitan menukarkan uang Rupiah ke Riyal (Arab Saudi) saat melakukan ibadah umroh beberapa waktu lalu. “Mereka nggak mau nerima uang rupiah baru, maunya uang rupiah lama,” kata Yanto. LN-JMP

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60