Kepanikan Kades Saat Pembagian BLT, Karena Warga Membludak Serta Memaki Kades Kota Pari

Gravatar Image
  • Whatsapp

Sergai | LiraNews – Abdul Khoir Kepala Desa, Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Saat Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Untuk Lanjut Usia beberapa Bulan lalu,Ramai nya warga yang Datang Ke kantor Desa Tak Sebanding Dengan Data Yang Dapat Dari Anggaran Bantuan BLT ini Saat Bulan Puasa Lalu Membuat Kericuhan Terjadi,

Saat Di komfirmasi Media LiraNews Beserta Beberapa Media Lainnya Khoir Menceritakan Kronologis Kejadian nya
“Pada waktu itu data penerima BLT bekisar 200 orang sedangkan yang hadir sekitar 2.000 orang bang jadi warga begitu ramai sekali dan membuat ricuh sehingga ada kepala dusun desa ini sampai lari ruangan atas dan takut dengan ramai nya warga, padahal jumlah uang yang di bagi saat itu tidak sebanding dengan warga yang datang .

Lebih lanjut Khoir menggatakan,hal ini warga meminta dana BLT di bagi semua dengan warga masyarakat yang datang ke kantor desa sementara data yang di input sudah masuk dalam warga yang mendapat kan bantuan,”Cetusnya.

warga semakin ramai dan menimbulkan kericuhan dengan berkata kasar dan dalam situasi masih puasa dan panik,”warga teriak ini kata pak presiden semua dapat di bagi,”lantas saya jawab ini memang semua di bagi tetapi ini yang dapat adalah warga yang sudah di input datanya dan di mohonkan ke dinas,adapun yang belum dapat segera kita mohon kan lagi,”Terang Khoir.

Warga merasa tak terima dengan penyampaian saya sebagai kepala desanya dengan situasi ini, dengan sambil meredahkan situasi dan bercanda kepada warga saya bilang sontoloyo,”Cetus Khoir.

Sontoloyo,”memiliki arti sonto dan loyo yang mana bahasa ini berasal dari bahasa Jawa dan ini bisa memaknai kelucuan dan candaan, serta sering di gunakan dalam situasi perlawakan yang menghibur.

Meski pun demi kian Khoir dan warga serta jajaran nya telah meminta maaf atas ke khilafan perkataan nya dengan adanya durasi Video permintaan maaf serta telah menjumpai semua unsur instansi dengan pernyataan maaf yang telah di perbuat jajaran perangkat desa,”kata Khoir dalam pertemuan klarifikasi berita yang naik dari salah satu media.

Jurlis Daur,” Salah seorang wartawan saat di konferensi tentang tanggapan ini menggatakan,Dalam delik hukum sepanjang itu tidak benar benar tercetus dengan unsur penghinaan dan murni ini cuma sekedar untuk menghadapi kepanikan serta meredahkan warga dengan perkataan itu tidak menjadi suatu hal yang tidak perlu di permasalahkan.” Terang Jurlis.

Lebih lanjut, Jurlis mengatakan ini sudah tidak ada masalah lagi dan semua sudah di klarifikasi baik warga,kepala desa dan kades telah berkunjung ke beberapa unsur instasi dengan permohonan maaf nya dengan adanya Vidio yang telah di buat,”cetusnya.

Klarifikasi dan kunjugan media LiraNews beserta rekan media lain memperjelas hal ini tidak perlu di bahas lagi dan ini adalah guyonan kades sewaktu ke panikan dengan banyak nya warga yang menimbulkan ricuh meski bisa di tenangkan sewaktu pembagian BLT berlangsung.(LN/Erwin) 

(Lili S.86)

Related posts