Ketua G-HIPPA: Proyek Irigasi Desa Bandungan Pamekasan Tidak Layak Dikerjakan

Gravatar Image
  • Whatsapp

Pamekasan, LiraNews –  Proyek Irigasi Dusun Ba-asam Desa Bendungan Kec. Pakong Dinilai Kurang Tepat Sasaran. Maraknya salah sasaran dalam program pembangunan di Kab. Pamekasan khususnya Pembangunan Irigasi di Dusun Ba-asam Desa Bandungan Ditengarai tidak berstatus alias tidak ada papan nama, tidak ada yang mengakui siapa pelaksana pekerjaan irigasi tersebut.

Ketua G-HIPPA Fathorrahman setelah dikonfirmasi Liranews,  menyatakan,”saya sendiri selaku Ketua G-HIPPA tidak tahu termasuk Ulu-ulu Banyu se-Kecamatan Pakong juga tidak mengetahui adanya pekerjaan irigasi tersebut,”

Dia informasikan bahwa pekerjaan irigasi ini tidak memenuhi standard konstruksi irigasi dan terkesan asal-asalan,  karena pasangan irigasi tidak ada galian dasar pondasi, sementara plat samping kanankiri yang lama dibongkar dan tidak jelas bekas platnya dibawa kemana, sedangkan plat dasar/lantai atau dasar irigasi tetap digunakan atau tidak  dibongkar (lihat foto).

“Artinya pekerjaan irigasi ini tidak layak dikerjakan karena masih baik dalam hal manfaat dan layak pakai,  dan juga saya sampaikan apalagi pekerjaan irigasi tidak ada papan nama sebagai petunjuk siapa yang mengerjakan,  CV apa, anggaran dari mana, volume pekerjaan, jumlah anggarannya berapa, dan perlu diketahui bahwa lokasi pekerjaan irigasi ini sudah pernah dapat bantuan dari Dinas Pertanian Kab.  Pamekasan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara di Hulu Irigasi, lanjutnya, pada saat ini masih belum tersentuh bantuan dari Pemerintah di jalur irigasi induk atau irigasi saluran besar di sekitar Desa Bandungan dan Bicorong, padahal di irigasi bagian Hulu itu sangat dibutuhkan oleh petani ketimbang saluran irigasi kecil yang dikerjakan saat ini.

Di pihak Ulu-ulu atas nama Soekirno menyatakan hal yang sama, “iya betul pak Lira, saya juga belum dihubungi dan juga tidak tahu siapa yang bertanggungjawab atas nama siapa yang mengerjakan,  karena tidak ada papan nama pekerjaan irigasi ini”.

Begitu juga Koordinator Wilayah LSM LIRA jawa Timur Agus Sugiyardi, SE. MM menjelaskan bahwa ada laporan dari masyarakat sekitar pekerjaan irigasi yang tidak bertuan. “Saya harapkan adanya tindakan secara resmi lewat Camat LSM LIRA Kec. Pakong untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum,  dan harus dilaporkan ke pihak-pihak terkait,  Polsek setempat atau langsung laporkan ke Polres Pamekasan, LSM LIRA selalu Mendengar,  Melihat,  dan Berbuat dalam memberantas korupsi khususnya di Kabupaten Pamekasan,” ucap Agus. LN-AS

Related posts