Ketua Komisi I DPR Berharap Kemenangan Biden Membuat Hubungan RI-AS Lebih Baik

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyambut baik hasil Pemilu Amerika Serikat (AS) siapapun yang menjadi pemenangnya.

“Komisi I DPR RI menyambut baik dan tentu karena dengan siapapun kita yakin, baik itu Demokrat maupun Republik karena kita punya sejarah yang cukup baik dengan kedua pihak tersebut,” kata Meutya kepada para awak media, Senin (9/11/2020).

Menurut Meutya, dengan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris, AS akan mengubah kebijakan politik luar negerinya dari hard power menjadi soft power.

Politisi Partai Golkar ini pun berharap, ke depannya hubungan AS dan Indonesia lebih dekat lagi mengingat Wapres AS terpilih Kamala Harris merupakan wanita keturunan Asia.

“Yang kita lihat Kamala karena ada punya sedikit darah asia kemudian perempuan dan mengedepankan lebih soft power ini mungkim secara psikologis bisa lebih dekat dengan masyarakat Indonesia,” ujarnya

Namun demikian, lanjut Meutya, kedekatan yang dijalin dengan AS nantinya tidak hanya secara psikologis tetapi perlu dipersiapkan agar lebih baik ke depan terkhusus di bidang perdagangan.

“Kita juga kemarin di era trump sedang melakukan evaluasi dari sisi perdagangan dan free trade,” sambung mantan presenter salah satu stasiun televisi swasta ini.

Untuk isu-isu terkait HAM dan lingkungan yang biasanya ada sedikit perbedaan pandangan dengan pemerintahan Trump, Meutya memprediksi hal ini akan berubah seiring dengan naiknya Joe Biden menjadi orang nomor 1 di negeri Paman Sam itu.

“Saya yakin di masa pemerintahan Biden ini kita harus duduk bersama sama supaya ada kesepahaman yang lebih baik lagi terkait isu HAM dan lingkungan di antara dua negara dengan mengedepankan rasa saling menghormati terhadap kedaulatan negara masing-masing,” tegasnya.

Meutya meyakini, di bidang pertahanan, AS di bawah Biden akan lebih mengedepankan soft power sehingga ketegangan khususnya di Laut Cina Selatan dengan Tiongkok akan mereda.

“Biden kan kelihatan akan lebih mengedepankan soft power sehingga kita berharap sebagai negara yang berada di tengah tengah kawasan yang kini sedang dalam situasi tegang juga ada dampaknya yaitu dengan soft power mudah-mudahan ketegangan antara pihak Tiongkok dengan AS dapat mereda,” jelasnya.

“Dengan demikian kita yang berada di kawasan terutama terkait perairan Natuna bisa cool down suasana ketegangan yang kita dapat berekses kepada Indonesia terutama di Laut Cina Selatan,” tambahnya.

Kepulangan HRS

Sementara itu, terkait rencana kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Selasa besok (10/11/2020), Meutya mengatakan, tidak ada satu pihak pun di Indonesia yang melarang HRS untuk kembali ke tanah air.

“Silakan saja pulang kalau memang sudah bisa, tidak ada satu pun pihak yang melarang HRS untuk kembali ke tanah air,” tukasnya.

Meutya berpendapat, tidak ada yang perlu diramaikan secara berlebihan dengan kepulangan HRS ke Indonesia, lantaran yang bersangkutan merupakan WNI.

“Kalau mau pulang ya pulang, tetapi tentu tetap ikuti di dalam negeri, karena pasti ada aturan aturan yang berlaku,” pungkas legislator asal Dapil Sumut 1 ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60