Ketum KOI Erick Tohir dan Plt Sekjen KOI Hellen Dilaporkan ke Polda Jaya, Ada Apa?

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews –  Ketua Umum  Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Tohir bersama Plt Sekjen KOI Hellen Sarita de Lima,  dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum PP PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), Komjen Pol (Purn) Oegroseno pada Minggu (6/10/2019) malam.

Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum PP PTMSI, Umbu S. Samapatty, kepada wartawan di Jakarta Minggu malam. “Baru saja 10 menit yang  lalu kami keluar dari Polda Metro Jaya . Berkas laporannya  sudah masuk dan sudah sesuai persyaratannya,” tutur Umbu S. Samapatty.

Dasar laporannya ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya karena Ketua Umum KOI, Erick Tohir bersama Plt Sekjen KOI, Hellen Sarita, diduga telah melakukan pemalsuan dokumen, memanipulasi data, dan perbuatan melawan hukum yaitu tidak mengindahkan keputusan  Inkracht (putusan yang berkekuatan hukum tetap) dari Mahkamah Agung tentang keabsahan PP PTMSI pimpinan Oegroseno.

Umbu kemudian menjelaskan   bahwa kasus ini berawal dari  tidak diundangnya  PP PTMSI dalam Kongres Istimewa  KOI yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2019. Karena tidak diundang pihak PP PTMSI dalam hal ini Komjen Pol (Purn) Oegroseno menanyakan ke pihak KOI yakni ke Muday Madang mengapa PP PTMSI tidak diudang?.

Dari Muday Madang mendapat jawaban bahwa dirinya kurang aktif. Ia harus menananyakannya ke Plt Sekjen Ibu Hellen. Dari Hellen dikatakan bahwa keputusan tidak mengundan g PP PTMSI  karena berdasarkan rapat KE (Komisi Etik) tanggal 29 Agustus.

Disebutklan oleh Hellen , kata Umbu Samapatty,  bahwa KOI tidak mengundang PP PTMSI karena masih ada dualisme dalam tubuh  PTMSI yaitu  ada PP PTMSI dan PB PTMSI. Menurut Umbu S. Samapatty, yang jadi masalah,    rapat  Komisi Etik baru dilakukan pada tanggal 29 Agustus , tapi memutuskan tidak mengundang justru terjadi sebelumnya, berarti keputusan mendahului rapat.

Tindakan tersebut menurut  Umbu S. Samapatty berakibat   sangat merugikan pihak PP PTMSI  secara material, dan imaterial. “Itu pidana,  nanti juga kita akan gugat secara perdata,  perbuatan melawan hukum  karena ada keputusan  Inkracht    dari Mahkamah Agung  akan tetapi KOI mengabaikan keputusan   hukum yang sudah  berkekutan hukum tetap  dan permanen tersebut,” jelas  mantan  kuasa hukum IOC  yang  memenangkan  gugatan  membatalkan Ring  Lima Logo KONI. LN-MIK

Tue Oct 8 , 2019
Jakarta, LiraNews – Ingatkah anda cerita heroik penaklukan dua negara super power Romawi dan Persia oleh orang2 Arab yang telah di penuhi cahaya Iman? Kisahnya mirip dengan kemenangan Daud melawan Jalut. Secara akal sepertinya mustahil orang2 Arab mengalahkan kekuatan yang tentaranya ditakuti seluruh bangsa pada saat itu. Hal yg mirip […]