Khilmi Gerindra: Muara Holding BUMN Adalah Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, LiraNews – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Khilmi menegaskan bahwa dibentuknya holding BUMN bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.

Khilmi mengingatkan bahwa penyatuan perusahaan-perusahaan yang memiliki lini bisnis sama dalam satu kelompok usaha adalah salah satu cara melakukan efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan milik negara.

Read More
banner 300250

“Dan muara dari holding BUMN ini tidak lain untuk kesejahteraan rakyat,” tandas Khilmi saat sosialisasi ‘Holding BUMN Menjadi Lokomotif dalam Kemajuan Bangsa’ dikutip Senin (16/10/2022).

Menurut Khilmi manfaat terbentuknya holding sendiri ada tiga: Pertama, untuk memperbesar kemampuan BUMN agar menjadi lebih baik; Kedua efisiensi dan kolaborasi antar perusahaan BUMN; Ketiga, memperbesar penerimaan dividen untuk negara.

“Namun yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran Holding BUMN ini mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, perekonomian meningkat dan rakyat sejahtera,” tegas Khilmi.

Holding di BUMN Pertama kali terbentuk di sektor perusahaan PT Pupuk Indonesia pada tahun 2012. Perusahan resmi berganti menjadi PT Pupuk Indonesia Persero. Semua perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pupuk bergabung, dengan PT Pupuk Indonesia sebagai holdingnya.

Lalu ada holding sektor perkebunan, dengan PT Perkebunan Nusantara III sebagai induk holding, dengan anggota 13 perusahaan di sektor perkebunan.

Holding Perum Perhutani mempunyai 8 (delapan) perusahan yang bergerak di bidang perhutanan, dimana Perum Perhutani menjadi induknya.

Kemudian ada PT Semen Indonesia Persero yang beranggotakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Untuk sektor Migas ada PT Pertamina Persero yang membawahi 6 sub holding.

Sementara MIND ID, menjadi holding baru perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan. MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan terkemuka dan terbesar di Indonesia.

Sektor industri farmasi, pemerintah membentuk holding farmasi dengan PT Bio Farma sebagai induk holding yang membawahi PT Kimia Farma dan PT Indofarma.

Pada tahun 2020, terbentuk Indonesia Finansial Group (IFG) yang menjadi holding BUMN sektor Asuransi dan Penjaminan. IFG ini menjadi tonggak penting untuk menggerakan industri finansial di Indonesia.

Untuk melayani sektor UMKM dan Ultra Mikro, Pada Septembe 2021, ditetapkan BUMN BRI sebagai holding ultra mikro dengan beranggotakan PT Pegadaian, BNI dn PT PNM.

Sedangkan di sektor pariwisata ditetapkan PT Aviasi Pariwisata Indonesia sebagai induk perusahaan BUMN Pariwasata.

Adapun anggotanya antara lain, PT Hotel Indonesia Natour, PT AP I dan II dan PT Taman Wisata Canding Borobodur, Prambanan dan Ratu Boko.

Di sektor layanan rumah sakit, dibentuk Petramedika IHC, Holding rumah sakit BUMN, Pertamedika mengelola rumah sakit-rumah sakit yang dibentuk oleh BUMN. Dengan total ada 69 rumah sakit yang dikelola melalui PT Pertamina Bina Medika IHC.

Pemerintah juga membentuk holding industry pertahanan, dengan nama Defend ID yang terdiri dari PT Len Industri, PT Pindad, PT DI, PT PAL Indonesia dan PT Dahana.

Untuk memayungi bidang usaha dari berbagai sektor, pemerinth membentuk PT Danareksa Persero yang menjadi lintas holding. Holding ini mengelola berbagai perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang, menjadi satu induk perusahaan.

Dalam bidang Pangan, PT RNI ditunjuk menjadi induk holding yang Bernama ID Food. Aktifitas bisnis ID Food bergerak di bidang pertanian dan agroindustri, peternakan dan perikanan, serta perdagangan dan logistic.

Pemerintah juga meresmikan holding company BUMN yang begerak di bidang jasa survey dengan membentuk ID Survey dengan anggota PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia.

“Adanya Holding BUMN ini kita harapkan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi, dan mampu mensejahterakan rakyat,” pungkas Khilmi.

Related posts