Kiara: Perempuan Nelayan Aktor Penting Kebutuhan Ekonomi Keluarga

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Di Indonesia, 2.2 juta jiwa nelayan tangkap (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2012) menggantungkan hidupnya di laut.

“Diantara jumlah tersebut, 95 persen merupakan nelayan tradisional dengan perahu di bawah 10 Gross Ton,” ujar Sekretaris Jenderal Kiara, Susan Herawati Romica, Kamis (7/9/2017).

Nelayan tradisional, katanya, merupakan pelaku ekonomi tradisional yang mempergunakan alat tangkap yang sederhana, dan modal produksinya pun masih dalam batas yang sederhana/kecil.

Dalam keterbatasan tersebut, nelayan harus masih menghadapi tantangan yang berat yaitu bencana iklim yang berdampak pada tingginya angka nelayan yang meninggal dan hilang di laut.

“Pusat Data dan Informasi KIARA (Mei 2014) juga mencatat sedikitnya 56 juta orang terlibat di dalam aktivitas perikanan,” ungkapnya.

Aktivitas ini, menurutnya, mulai dari penangkapan, pengolahan, sampai dengan pemasaran hasil tangkapan.

Dari jumlah itu, 70 persen atau sekitar 39 juta orang adalah perempuan nelayan.

Perempuan nelayan atau istri para pekerja perikanan merupakan aktor penting yang berkontribusi dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga nelayan ketika pekerja perikanan bekerja di atas kapal perikanan.

“Pada saat bersamaan, perempuan nelayan dituntut untuk mencari pinjaman hutang untuk persiapan perbekalan suami selama bekerja di atas kapal perikanan,” pungkasnya. LN-DIT

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60