Kicauan Putri Gusdur Ngawur, Tokoh Tionghoa: Jangankan Manusia, Semut Pun Melawan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Salah seorang tokoh Tionghoa Indonesia, Alvin Lie menyatakan, bahwa jangankan manusia, semut pun akan melawan kalau terus diinjak-injak.

Pernyataan tersebut terkait kicauan putri (alm) Gus Dur, Alissa Wahid tentang Rohingya. Dalam cuitannya @AlissaWahid menyatakan muslim Rohingya dihabisi tentara Myanmar sejak ada gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

“Jangankan manusia, Semut pun akan melawan bila terus diinjak², tdk boleh survive. Apakah krn melawan, Semut jadi Terroris? #PrayForRohingya,” ujar anggota Ombudsman RI ini di akun twitternya @alvinlie21.

Netizen mengapresiasi pendapat Alvin Lie. Salah satunya akun@indoflanker yang mengaku saling menghormati sekalipun berbeda agama dan suku

“Pak, sekalipun kita berbeda agama dan suku, saya hormat,” ujar akun @indoflanker.

“Wow pernyataan berlian,” komen @mustafagetteng.

“Begitulah rasa kemanusia akan muncul dr jiwa yg ajeg dan hati yg tulus,” komen @afif_hansuri78.

Sebelumnya, Alissa Wahid dalam kicauannya seakan menyalahkan Muslim Rohingya yang melakukan perlawanan atas penindasan dan pembasmian (genosida) yang sudah menimpa muslim Rohingya puluhan tahun.

“Kita memang harus bersolidaritas Rohingya. Mereka dihabisi oleh tentara Myanmar, sejak ada Arakan Rohingya Salvation Army (semacan GAM),” kata Alissa Wahid di akun twitternya pada 3 September kemarin.

Kicauan Alissa Wahid sebenarnya ahistoris alias tak tahu sejarah, atau tak mau membaca alias kurang literasi kalau tak mau dikatakan IQ200 sekolam.

Karena Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA itu baru ada sejak Oktober 2016. Sedang pembantaian (genosida) atas muslim Rohingya sudah terjadi puluhan tahun, atau jauh sebelum ARSA lahir.

ARSA muncul dan dibentuk setelah kondisi muslim Rohingya betul-betul tak ada harapan: “Melawan atau Mati Dibantai”. LN-JMP

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60