Klarifikasi Presidium Tamasya Almaidah Terkait Penangkapan Asma Dewi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Sehubungan dengan simpang siurnya berita tentang  Bu Asma Dewi dan kaitannya dengan Tamasya Almaidah,  Presidium Tamasya Almaidah memberikan klarifikasi.

Ketua Presidium Tamasya Almaidah, Ustadz Ansufri Idrus Sambo menganggap penangkapan ini sebagai bentuk diskriminasi hukum dan kriminalisasi oleh Rezim Jokowi kepada umat Islam khususnya para aktivis 212 seperti yang dilakukan kepada para Ulama dan aktivis2 sebelumnya.

“Kami cara penangkapan yg dilakukan oleh polisi yg terkesan sangat represif thd seorang Ibu RT,  seperti menghadapi penjahat yang sangat berbahaya,” ujar Sambo dalam keterangannya, Jumat (15/9/2017).

Berikut pernyataan dan klarifikasi Presidium Tamasya Almaidah :

1. Kami kenal baik dgn Bu Asma Dewi sebagai alumni 212 dan kita sering ketemu dlm aksi2 bela Islam.

Pada waktu kami membentuk Tamasya Almaidah dia ikut aktif membantu bersama dgn alumni 212 yg lain2nya

2. Tamasya Almaidah 51 koordinator dan ketuanya adalah Ustad Ansufri Idrus Sambo, Sekretaris nya Ustad Hasri Harahap dan Ketua Penasehat adalah Pak Amin Rais, tdk ada jabatan lainnya.

Semua org yg membantu menjadi angota saja,  baik anggota panitia ataupun anggota Dewan Penasehat.

Karena lembaga ini hanya bersifat adhok hanya utk mengawal pilkada jakarta putaran kedua 19 April 2017.

3. Adapun anggotanya bersifat terbuka bagi alumni 212 dan siapa saja yg mau berjuang dan membantu memenangkan gubernur muslim di Jakarta.

dan salah satu anggota panitia yg ikut bantu2 adalah Bu Asma Dewi bersama anggota2 lainnya.

Jadi tidak benar pernyataan yg mengatakan  bhw Bu Asma Dewi adalah koordinator atau ketua atau juga bendahara Tamasya Almaidah.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan agar jelas posisi Bu Asma Dewi di kepanitiaan Tamasya Almaidah 51.

Adapun Berkaitan dgn ditangkapnya Bu Asma Dewi dgn tuduhan ujaran kebencian maka dgn ini kami Pimpinan Tamasya Almaidah menyatakan sikap sbb:

1. Menolak penangkapan Bu Asma Dewi dgn tuduhan ujaran kebencian padahal kami menganggap akan yg dilakukan beliau di medsos hanyalah memposting ungkapan protes dan kritik terhadap berbagai bentuk kezaliman yg terjadi di negeri ini, bahkan kami justru melihat banyak ujaran kebencian yg jauh lebih dahsyat yg dilakukan org lain (seperti Viktor Laiskodat) kpd Islam dan umat Islam malah dibiarkan saja dan tdk ditangkap oleh polisi

Disini kami anggap penangkapan ini sebagai bentuk diskriminasi hukum dan kriminalisasi oleh Rezim Jokowi kpd umat Islam khususnya para aktivis 212 sperti yg dilakukan kpd para Ulama dan aktivis2 sebelumnya.

2. Mengecam cara penangkapan yg dilakukan oleh polisi yg terkesan sangat represif thd seorang Ibu RT,  seperti menghadapi penjahat yg sangat berbahaya.

3. Meminta kpd kepolisian utk menangguhkan penahanan Bu Asma Dewi karna beliau adalah seorang Ibu RT biasa, dan kami menjamin bhw ybs tdk akan melarikan diri.

4. Sebagai bentuk solidaritas kpd pejuang alumni 212 dan anggota Tamasya Almaidah maka kami akan melakukan pembelaan hukum bersama2 pengacara2 lain yg simpati dgn perjuangan Bu Asma Dewi.

5. Kami juga Menghimbau kpd para aktivis,  Khususnya  para perempuan dan Ibu2 utk menggalang solidaritas kpd Bu Asma Dewi (#SAVE-ASMA-DEWI).

6. Kami juga menghimbau kpd para muslimat,  kaum perempuan,  Ibu2 dan Emak2 Militan utk tetap berani tak perlu takut dlm menyuarakan kebenaran dan keadilan di Medsos2 karna ini adalah bagian dr perjuangan menyelamatkan negeri ini dr kezaliman Rezim Penguasa saat ini.

Demikianlah Klarifikasi dan Pernyataan Sikap ini kami sampaikan hanya semata2 utk keutuhan NKRI dan kepentingan menyelamatkan negeri ini dr kehancuran, perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Semoga Allah senantiasa memberikan keikhlasan dlm berjuang,  kekuatan, kesabaran, pertolongan, rahmat dan ridhoNya kpd kita semua dan memberi keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan kpd negeri Indonesia yg kita cintai ini. Aamiin Yaa Rabbal aalamiin. LN-AZA 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60