Kluster Nasi Uduk & Kluster Sambel Terong

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Keduanya bukanlah nama kluster perumahan atau properti, tetapi sebuah kluster penularan Covid-19 yang terjadi di perkantoran pada sekelompok pegawai.

Kluster yang pertama terjadi disebuah rumah sakit, dimana sudah semua upaya penyediaan APD dan alur bagi pegawai yang bertugas di zona merah dan kuning Covid dilakukan untuk memenuhi standar safety.

Kluster Nasi Uduk justru terjadi di zona hijau petugas administrasi yg sama sekali tidak berhubungan dengan pelayanan pasien. Karena merasa berada di zona hijau ,maka terjadilah kelengahan dan menganggap enteng protokol kesehatan.

Di situasi ekonomi yang mencekik saat ini untuk menghemat biaya makan, maka pegawai banyak yang berupaya masak dan makan bersama. Setiap pagi ada seorang pegawai yg memasak nasi uduk dan membawanya ke kantor untuk dijual atau diperuntukan makan bersama (ngariung).

Pada saat makan makan bersama itulah, situasi sangat rawan terjadi karena gak mungkin makan menggunakan masker, jadi harus lepas masker. Memang terasa nikmat makan nasi uduk sambil bercengkerama , ditambah sambel kacang dan telur. Ditambah lagi situasi kekeluargaan dan kedekatan menyempurnakan situasi. Semua terasa dekat, termasuk virus SARCov2 yg menyebabkan Covid.

Besoknya beberapa pegawai mengeluh sakit, ada yg demam, batuk dsb, lalu dicek dan diperiksa swab dgn hasil Positif Covid-19. Pegawai langsung di isolasi, ruangan ditutup, kegiatan terhenti…ITULAH TRAGEDI NASI UDUK.

Di sebuah kantor, biasa mengadakan rapat seminggu sekali sambil bbrp anggota membawa makanan utk saling berbagi. Kebetulan ada yg pandai masak SAMBEL IJO TERONG IKAN ASIN….

Kita bayangkan membuat air liur menetes betapa nikmat sambel tersebut, apalagi disertai dengan ayam goreng hangat. Maka makanlah mereka dengan lahap, ada yg nambah dua kali saking enaknya. Beberapa keringetan dan kepedesan sambil mangap mangap. Pada saat itulah terjadi peristiwa aerosol dari mulut-mulut yang kepedesan dan disertai juga dengan lontaran lontaran virus SARCov2 penyebab Covid. Maka esoknya beberapa mengeluh sakit, lidah tdk terasa dsb, diswab dan hasilnya Positif Covid-19.

Beberapa pasangan suami istri terkena Covid, bahkan ada yg sedang hamil. Maka kantor ditutup dan dilakukan isolasi mandiri dan perawatan di RS. Itulah KLUSTER SAMBEL TERONG.

Para pemirsa,….. dua kejadian diatas jangan sampai terulang dikantor kantor lain. Jangan sampai timbul kluster sambel jengkol atau kluster sambel setan.

Patuhi protokol kesehatan, jangan disepelekan, jangan merasa aman di zona hijau. Hindari makan NGARIUNG bersama , apalagi pakai sambel pedas yg menimbulkan proses aerosol.

Salam

Yogi Prabowo
Spesialis orthopedi konsultan di RSCM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60