KMS-LDC bersama Milenial Dorong Pemkab dan DPRD Sidoarjo Bentuk Perda tentang Disabilitas

Sidoarjo, LiraNews – Kordinator LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid alias Majid Uno bersama tim meluncurkan sebuah buku dan kumpulan dokumen berjudul “Visi dan Peta Jalan Mewujudkan Sidoarjo Inklusif, Mudah Diakses, dan Ramah Penyandang Disabilitas”

Buku itu berisi gambaran umum tentang kota inklusif yang ideal, dan dalam mewujudkannya melibatkan segenap komponen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Read More
banner 300250

“Selain gambaran umum kota inklusif, buku dokumen ini berisi rekomendasi-rekomendasi komprehensif dari berbagai aspek penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan kak-hak penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Majid yang merupakan penulis buku sekaligus kordinator LIRA Disability Care pada Sabtu, 21 Februari 2021 di SUN Hotel Sidoarjo.

Abdul Majid, Ketua LIRA Disability Care (LDC)

 

Majid menegaskan, upaya merealisasikan cita-cita besar yang digambarkan dalam buku tersebut memerlukan suatu payung hukum yang berbentuk Peraturan Daerah (Perda) yang saat ini belum ada di Kabupaten Sidoarjo.

Bagi Majid, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, DPRD Kabupaten Sidoarjo, bersama komunitas disabilitas, professional, akademisi dan tokoh masyarakat agar duduk bersama untuk membuat rumusan rancangan peraturan daerah (Raperda).

“Melihat esensi dan urgensi dari regulasi terkait penyandang disabilitas ini, maka Perda harus segera dibiat. Apalagi sudah ada UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 3 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Playanan penyandang disabilitas di Jatim,” tegasnya.

Majid meyakini dengan segala potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo, tidak sulit untuk direalisasikannya. Tinggal good will dan political will dari pemimpin saja.

“Kabupaten Situbondo saja sudah punya Perda No.3 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas,” ungkap Majid yang juga peraih beasiswa Australia Award Scholarship di Queensland University of Technology di Australia tersebut.

Senada dengan hal itu, Ivena Nathania Victor,S.Psi. anggota tim penyusun siap menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan agar Kabupaten Sidoarjo membuat Perda tentang Disabilitas.

“Ya… puji Tuhan sudah banyak support dari berbagai komunitas, organisasi, dan tokoh masyarakat,” ujarnya saat dihubungi media, Rabu (23/2/2021).

Ivena merinci, pihak-pihak yang sudah berkontribusi diantaranya: DPP LSM LIRA, DPW LSM LIRA JATIM, DPD LSM LIRA Surabaya, Komunitas Masyarakat Sidoarjo/KMS, Anggota PPIA Flinders University of Adelaide-South Australia, DPC PERTUNI Sidoarjo, Yayasan Ananda Mutiara Indonesia/AMI, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia/HWDI Sidoarjo, Perkumpulan Penyandang Cacat Mandiri/PPCM Sidoarjo, LBH Nusantara, LBH LIRA, KAJI Indonesia dan Gerakan Arah Baru Indonesia/GARBI Sidoarjo.

Selain itu, Ivena juga menyebut ada banyak dukungan dari kawan-kawan media, diantaranya : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo, LIRA NEWS, Portal Surabaya-Pikiran Rakyat, Channel Sembilan / SPEKTRUM, dan akan menyusul dari SOLIDER dan 1o1 Inclusion U.S.Embassy.

“Kedepannya kita akan road show ke stake holder dan seluruh Partai Politik yang ada di parlemen atau yang belum masuk parlemen. Karena Goals kita adalah paying hukum, maka hal itu sudah harus menjadi keniscayaan,” lanjutnya.

Bersamaan dengan itu, jelas Ivena, saat ini sedang diupayakan untuk segera melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Sidoarjo dan Bupati-Wakil Bupati terpilih yang akan segera dilantik,” tandas Ivena, dara cantik asli Sidoarjo.

Sebelumnya, acara Launching Buku/kampanye tersebut adalah salah satu daftar rangkaian acara Launching Komunitas Sidoarjo (KMS) yang digelar di SUN Hotel pada Sabtu 21 Februari 2021.

Dari pantauan media, acara launching KMS Berbagi Kebahagiaan digelar dengan nuansa kebhinekaan secara inklusif.

Acara yang dipandu oleh Pembawa acara kawakan Guk Ivan dan Yuk Lidyah itu diawali oleh prosesi pemotongan Tumpeng yang dilakukan oleh drg. Dwi Wahyu Indrawati,M.Kes. S.Perio. selaku ketua KMS.

Dokter Dwi menjelaskan, potongan Tumpeng pertama kami berikan kepada Ibu Hj.Ainun Jariyah Ketua Muslimat NU Sidoarjo, kemudian dilanjutkan potongan tumpeng kedua kami berikan kepada ibu Hj. Zubaidah Syafi’i Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo, dan potongan tumpeng yang ketiga diberikan kepada Bapak Pdt.Yusi, pemimpin jemaat Gereja di Wilayah Waru. Ketiga unsur elemen masyarakat ini sebagai simbol keberagaman di Sidoarjo.

Setelah prosesi tersebut, acara juga dimeriahkan oleh penampilan Al-Banjari Santri Rumah Tahfidz Daarussalam Griya Nirwana Candi, penampilan tari dari siswa SMP, presentasi buku /visi sidoarjo inklusif dan prosesi penyerahan buku kepada anggota DPRD Sidoarjo yang diwakili oleh Dra. Hj.Ainun Jariyah dari fraksi PKB.

Ada juga penampilan Tarian Sri Panganti yang dipersembahkan oleh Sherin Maharani Cintana Putri. Seorang penyandang disabilitas rungu dari Yayasan Ananda Mutiara Indonesia/AMI, Penyampaian unek-unek PERTUNI Sidoarjo, presentasi dari pihak sponsor, pembagian donasi kepada yatim piatu, penyandang disabilitas, tukang becak, duafah dari donator dan ditutup dari komunitas senam emak-emak JANOKO Sidoarjo.

Related posts