KNPI dan Pemuda Pancasila: Tak Boleh Ada Pengiriman Mineral Ikutan Timah di 2021

Belitung, LiraNews – Berbagai upaya telah dilakukan agar pengiriman mineral ikutan timah ke luar Pulau Belitung tidak dilakukan dengan cara yang menabrak aturan.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Belitung, M. Hafrian Fajar meminta kepada seluruh pihak terkait, terutama Pemerintah Kabupaten Belitung, agar benar-benar memegang komitmen untuk mengamankan sumber daya mineral ikutan timah yang sangat potensial ini.

Read More
banner 300250

Jika diakhir tahun 2020 kemarin pengiriman mineral ikutan timah ini tetap dilakukan, jelas Hafrian, maka mulai Januari 2021 harus dihentikan sebagai upaya yang serius untuk mencegah potensi kerugian daerah yang lebih besar.

“Stop penjualan mineral ikutan timah keluar daerah sebelum melakukan proses pengolahan dan pemurnian yang standard,” tegas Hafrian.

Pria yang akrab disapa Jarwo ini mengatakan, sudah sangat banyak dibeberkan indikasi pelanggaran yang dilakukan terkait penjualan mineral ikutan timah ke luar daerah, mulai sekarang, pihaknya berharap Bupati Belitung dapat bersikap lebih tegas mengamankan aset potensial ini.

“2021 kita awali dengan baik agar kedepan kita bisa menjadi daerah yang unggul,” tandas Jarwo.

Adapun MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung, Saftomi, mengatakan bahwa mineral ikutan timah ini dapat diusahakan namun dengan cara yang benar, bukan sekedar membeli dan menjual.

“Pemda jangan terbuai dengan pembayaran pajak karena ada potensi pendapatan yang lebih besar yang bisa didapat jika mineral ikutan timah ini dikelola dengan benar,” ungkapnya.

Saftomi juga mengingatkan Dispenda Belitung harus memperhatikan dasar hukum penerimaan pajak tersebut. Jangan asal pungut saja karena jika tidak sesuai bisa jadi semacam pungutan liar (pungli).

“Pemda harus mendesak agar pengelolaan mineral ikutan timah ini sesuai standard, agar ada peningkatan nilai tambah, ini sangat penting,” tegas Saftomi.

Ia pun mengingatkan, pihak pengusaha sudah berjanji di depan Bupati Belitung dalam pertemuan di Pandan House bahwa mereka akan berinvestasi untuk pengolahan dan pemurnian (smelter) dan telah berjanji bahwa pengiriman pada Desember 2020 adalah yang terakhir.

“Untuk itu mari kita awali tahun 2021 ini dengan pembenahan secara serius,” tutup Saftomi, Ketua MPC PP Kabupaten Belutung.

Related posts