Komisi III DPR RI Akan Kunjungi Kejakgung Esok Hari

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Komisi III DPR RI berencana akan mengunjungi Gedung Kejaksaan Agung (Kejakgung) yang terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam pada esok hari, Selasa (25/8/2020).

“Esok rencananya Komisi III akan melihat langsung di tempat diklat itu, karena kami ingin melihat bagaimana situasi tempat kerja yang baru, ” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (24/8/2020).

Read More

banner 300250

Adies mengatakan, pihaknya juga akan memastikan apakah ada dokumen dan barang bukti yang hilang akibat kebakaran tersebut.

“Jadi kemungkinan besok siang sebelum paripurna kami akan melihat langsung dan mendengar langsung sekaligus juga kami akan bertanya apakah ada informasi penyebab dari kebakaran tersebut,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Namun, Adies mengaku pihaknya akan selalu berpikir positif, dan tidak ingin berandai-andai.

“Semoga hal ini tersebut hanya musibah semata yang terjadi terhadap mitra kerja kita,” harapnya.

Pembahasan RUU MK

Terkait rapat kerja (raker) dengan Menkumham hari ini, Adies mengungkapkan, Komisi III DPR RI bersama pemerintah yang diwakili oleh Menkumham akan mulai membahas RUU Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi hari ini kami memulai pembahasan RUU MK di mana ada usulan dari DPR dan direspon oleh pemerintah karena setiap UU dilakukan pembahasannya oleh pemerintah dan DPR RI,” ucapnya.

Adies mengaku, pihaknya telah mendapat surat dari Pimpinan DPR RI untuk memulai pembahasan RUU MK.

“Hari ini kami juga telah mendapat jawaban dari pemerintah untuk memulai pembahasan RUU MK,” tukasnya.

Menurut Adies, ada beberapa hal yang menjadi isu krusial dalam pembahasan RUU MK ini, termasuk usia hakim konstitusi.

“Usia dari hakim tadi usulan dari pemerintah itu awalnya untuk Hakim MK itu 55 tahun, pensiun 77 tahun. Itu yang nanti akan kita bicarakan di dalam rapat apakah kita menyetujui usulan pemerintah bersama dengan DPR RI untuk umur tersebut,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Adies, periodisasi, di mana teknis pemilihannya ada di MA, seleksi pemilihan di pemerintah, kemudian di DPR RI.

“Kemudian ada beberapa usulan juga misalnya bagaimana tentang suatu keputusan yang melampaui permintaan dari pemohon. Inilah nanti isu-isu krusial yang nanti kami akan bahas di dalam pembahasan RUU MK ini,” sambungnya.

Adies menilai, DIM RUU MK ini tidak terlalu banyak, sehingga diharapkan pembahasan RUU MK dalam masa sidang ini dapat diselesaikan.

“Masa sidang ini Insya Allah akan kita selesaikan karena kita masih punya PR sekitar 4-5 RUU masukan ini. Ada RUU Kejaksaan, RUU Jabatan Hakim, RUU KUHP, dan RUU PAS,” urainya.

Dalam tahun ini, tambah Adies, pihaknya harus dapat menyelesaikan paling tidak 2-3 RUU untuk mengejar ketertinggalan.

“RUU PAS dan RUU KUHP kan masih ada pending sedikit dari pemerintah untuk pembahasannya, jadi kita upayakan agar ada legacy sedikit di Komisi III dalam masa sidang ini,” pungkas legislator asal Dapil Jatim 1 ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60