Komisi VI DPR Tunggu Gebrakan Pemerintah Atasi Dampak Corona

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Ketua Komisi VI DPR menunggu gebrakan pemerintah dalam mengatasi dampak virus corona yang mengancam perekonomian nasional.

Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza, mengatakan perekonomian negara-negara di dunia hampir semua merasakan dampak atas merebaknya virus corona.

Karena itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah-langkah strategis agar dampak virus corona terhadap perekonomian nasional bisa diredam.

“Dalam pandangan kami di DPR, sampai sejauh ini penanganan pemerintah belum ada langkah-langkah yang cukup kongret untuk mengambil tindakan, khususnya terkait perdagangan impor dan ekspor,” ujar Faisol dalam diskusi “Kesiapan Perdagangan Indonesia Menghadapi Wabah Virus Corona” di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh 09, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Diskusi itu dibuka oleh Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar. Adapun pembicara yang hadir adalah Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Direktur CORE Indonesia Muhammad Faisal, serta Waketum Kadin Benny Soetrisno.

Faisol Riza menggarisbawahi pernyataan Presiden Jokowi, bahwa dakpak virus corona bukan hanya mengenai suplai, tapi juga demand dan produksi.

Sebagai contoh, Faisol menyebut industri tekstil sebagai sektor yang paling terdampak, bahkan banyak dikeluhkan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelum ada virus corona, sembilan perusahaan tekstil gukung tikar di akhir 2019 karena masuknya tekstil China yang luar biasa, yakni di atas 70% membanjiri pasar dalam negeri.

Ketika itu, tutur Faisol, pengusaha tekstil dalam negeri merasa pemerintah salah mengambil kebijakan, karena memukul tekstil industri dalam negeri.

Kemudian setelah ada kasus corona ini, jelas Faisol, industri tekstil dalam negeri bukan saja terpukul, tapi semakin parah karena bahan baku tekstil juga terancam.

“Saya belum mendengar secara serius dari pemerintah menyiapkan langkah substitusi yang kira-kira bisa menggantikan bahan baku, salah satunya tekstil sehingga industri tekstil kita berjalan bahkan bisa mengisi,” jelasnya.

Di sisi lain, Faisol yang dikenal sebagai aktivis reformasi ’98 menilai, berkurangnya impor bahan baku dari negara lain akibat virus corona ini bisa jadi peluang bagi pengusaha nasional.

Sebab dengan berkurangnya impor, tentu berkurang juga suplai dari impor.

“Nah kesempatan industri dalam negeri untuk mengisi pasar yang kurang produk-produk dalam impor,” jelasnya.

Bagi Faisol, seharusnya para pengusaha nasional Indonesia melihat kesempatan yang langka untuk memegang pasar dalam negeri, sehingga bisa mengurangi impor.

“Pemerintah tentu kita harapkan ada langkah-langkah konkret, terutama untuk melakukan dukungan terhadap indudtri dalam negeri,” jelasnya.

Terakhir, politikus PKB ini menyebut keyword yang cukup menarik dari Presiden Jokowi, bahwa diperlukan relaksasi atau kelenturan regilasi dalam mendukung ini sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Faisol menilai aturan impor dan persyaratan-persyaratan untuk impor tidak seperti yang dibayangkan karena begitu rumit.

Karena itulah, Presiden Jokowi meminta Kemendag, Jemenperin, dan Kemenko Perekonomian untuk menyederhanakan peraturan.

“Kalau perlu hapus peraturan yang sudah tidak masuk akal,” tegas Faisol Riza.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60