Konflik Beragama di India, DPR Ikut Bereaksi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Konflik antara pemeluk agama Hindu dan Muslim di timur Ibu Kota New Delhi, India telah menewaskan puluhan orang dan ratusan luka-luka, Selasa (25/2/2020).

Kerusuhan ini mengemuka ketika terjadi aksi demonstrasi menentang UU Kewarganegaraan yang mengizinkan India memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Read More

banner 300250

Persoalannya, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya kecuali Muslim.

Gesekan dan konflik beragama antara Islam dan Hindu di India memang sudah cukup lama terjadi. Misalnya soal konsumsi sapi, dimana Umat Muslim menganggap sapi adalah hewan yang halal untuk dikonsumsi. Sedangkan umat Hindu menganut ajaran vegetarian karena tidak memakan bahan makanan dari sumber yang bernyawa.

Situasi tak kondusif di India ditanggapi Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Ia berharap pemerintah India segera mengambil tindakan untuk menenangkan situasi.

“Kami percaya sepenuhnya pada Pemerintah India dapat mengambil alih situasi. Keadilan juga harus tetap di tegakan karena ini masalah hak yang paling mendasar dan universal,” ujarnya.

Politikus Politikus PDIP asal Jaaw Barat ini mengimbau agar warga negara Indonesia yang berada di India tetap tenang. Semua pihak yang berkepentingan di India harus bisa menahan diri.

“Tetap tenang dan tak beraktivitas di luar sampai kondisi mereda,” tegasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60