Konflik Pasar Buah Tak Kunjung Usai, GAJ dan Solidaritas Pedagang Gelar Konferensi Pers

  • Whatsapp
banner 468x60

Pemalang. LiraNews – GAJ tim Advokasi Solidaritas Pedagang Pasar Buah dan Sayur Pemalang, menggelar konferensi pers dihadapan beberapa Media Cetak dan Online di salah satu Hotel di Pemalang. Konferensi Pers yang turut dihadiri oleh anggota Solidaritas Pedagang Pasar Buah dan Sayur ini membahas mengenai Konflik Relokasi Pasar buah dan sayur Pemalang, dari beberapa pedagang yang mengaku tidak terakomodir dengan pihak Paguyuban Pasar yang tak kunjung usai.

Padahal, alur untuk menyelesaikan kasus ini telah digiring ke Dinas terkait, yaitu pihak Disperindagkop, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Pemalang. Berdasarkan beberapa kali Audensi di DPRD oleh Komisi C, dengan jelas disampaikan oleh wakil Ketua Komisi C, Subur Musoleh, ada Overloping di Paguyuban, dan menegaskan agar Diskoperindag menjadi penengah persoalan tersebut, Selasa (13/10/2020).

Ditambahkan oleh tim Advokasi bahwa persoalan ini sudah bukan lagi tabu, melainkan sebuah sorotan Publik, seperti relokasi kios Pasar yang Notabene-nya diterbitkan keperuntukanya untuk pedagang pokok maupun yang mau ditempat Suwadaya. Digelarnya konferensi pers tersebut tidak lain sebuah pernyataan sikap dari pedagang yang tergabung Solidaritas ini, dengan sambil menunggu sikap Dinas terkait.

Karena permasalahan direlokasi Pasar itu, “adalah kewenangan Disperindagkop, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, dengan melalui kepala Pengelola Pasar tentur Agus Wijayanto SH. Usai acara konferensi pers.

Pada Sabtu 10 Oktober 2020 kemarin, tim Media pun langsung konfirmasi Via Whatsapp Kabid Sarpras. Sakdudin menanyakan munculnya Kuitansi berstempel Dinas, pihaknya hanya menjawab melalui pesan singkatnya, maaf saya masih ada acara keluarga.

Sementara konferensi pers yang dilakukan Solidaritas Pedagang bersama tim kuasa Hukum nya (GAJ), dihadapan beberapa Media Cetak dan Online, mereka mengatakan, kita ini menunggu reaksi sikap Dinas seperti apa.

“Kami bersama pedagang yang tergabung dalam Aksi Solidaritas pedagang buah dan sayur telah menemukan beberapa dugaan – dugaan yang akan kami tindak lanjuti secara hukum jika pihak dinas tidak segera mengambil keputusan terkait beberapa pedagang yang tidak memperoleh lapak di lokasi yang baru,” jelas tim Advokasinya Agus Wijayanto SH Mkn,

Kembali disampaikan Agus Wijayanto,SH, kita berharap kepada dinas terkait segera mengambil langkah tepat untuk para pedagang yang belum mendapatkan kios/lapak tersebut. “Juga lakukan evaluasi untuk penataan ulang secara transparan, dalam hal ini agar memenuhi unsur keadilan,” pungkasnya.

Dari hasil Klarifikasi tim media, dilokasi yang berbeda, Nurpandi ketua paguyuban pasar buah dan sayur mengaku, kalau pedagang pokok seluruhnya sudah terakomodir yang sejumlah 489.

“Dan semua berjalan lancar, hanya beberapa pedagang yang tidak tetap (Pengontrak) saja yang belum mendapatkan kios, dikarenakan mereka tidak mau berswadaya,” jelas Nurpandi. LN-BBG

banner 300x250

Related posts

banner 468x60