Kornas JAPI Kritisi Proses Seleksi Timsel Anggota Bawaslu Provinsi

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Kordinator Nasional Jaringan Advokasi Publik Indonesia (Kornas JAPI) Iradat Ismail mendorong agar Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) benar-benar selektif dan mencari figur terbaik sebagai Tim Seleksi Pengawas Pemilu tingkat Provinsi.

Iradat menjelaskan, kualitas Demokrasi harus benar-benar dijaga, apalagi pesta demokrasi 2024 sudah di depan mata, bahkan tahapannya sudah dimulai.

Read More
banner 300250

banner 300250

“Untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita ke depan, maka salah satu hal yang harus difokuskan adalah proses rekrutmen penyelenggaraan pemilu pada aspek pengawasan karena proses pengawasan adalah bagian yang paling vital,” jelas Iradat.

Atas dasar itu, Iradat selalu Kornas JAPI berharap kepada Bawaslu Pusat agar dalam rekrutmen calon Tim Seleksi Bawaslu Provinsi agar dilakukan secar terbuka dan sesuai dengan Peraturan Bawaslu No. 19 Tahun 2017, khususnya pasal 13 ayat 2 yang menjelaskan keanggotaan Tim seleksi berasal dari unsur akademisi, profesional, dan masyarakat.

“Kami berharap agar tidak terjadi monopoli atau dominasi salah satu kelompok profesional saja seperti kelompok akademisi saja tapi harus diisi oleh semua komponen,” lanjutnya.

Iradat pun membuka data yang ditemukan dari hasil pengumuman BAWASLU RI No 008/HK.01.01/SJ/05 /2022 tentang calon anggota Timsel Bawaslu Provinsi masa jabatan 2022-2027, bahwa dari 25 provinsi para calon timsel hampir 90 persen didominasi oleh unsur akademisi.

“Bagi kami (90 persen akademisi) ini tidak sesuai dengan petunjuk peraturan bawaslu no 19 thn 2017 pasal 13 ayat 2 . Untuk itu kami meminta agar BAWASLU RI bisa konsisten dalam proses pengawasan rekrutmen Tim seleksi bawaslu provinsi,” tuntas Iradat Ismail, Kornas JAPI.

Related posts