Korupsi Jabar Meningkat, Presiden LIRA: Keberanian Membongkar Masih Rendah

  • Whatsapp
Petugas KPK
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Jawa Barat sebagai daerah yang paling banyak kasus korupsinya di Indonesia per Semester I-2020.

Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan, kasus korupsi di Jawa Barat hingga Juni 2020 mencapai 101 kasus. Disusul Jawa Timur 85 Kasus, Sumatera Utara 64 kasus, DKI Jakarta 61 kasus.

Read More

banner 300250

Jawa Barat mengalami peningkatan jumlah kasus korupsi bahkan menyalip Jawa Timur. Jika mengacu pada laporan KPK sebelulbya, jumlah kasus korupsi Jabar tahun 2019 sebanyak 84 kasus dan pada pertengahan 2020 menjadi 101 kasus atau bertambah 17 kasus.

Presiden LSM LIRA, HM Jusuf Rizal (tengah) bersama Yossy S Manoppo dan Steven A Liow.

Terkait hal ini, Presiden LSM LIRA Bermuri, DRS HM. Jusuf Rizal M.Si mengatakan, ada tiga kendala yang dihadapi dalam membongkar kasus korupsi di Jawa Barat.

Pertama, kesadaran dan keberanian masyarakatnya untuk membuka kasus korupsi sangat rendah; Kedua, kuatnya budaya kekeluargaan sehingga saling menutupi.

“Ketiga, mandulnya Legislatif dan Yudikatif. Bahkan seakan ada pesekongkolan antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif,” jelas HM. Jusuf Rizal.

Semangat memberangus korupsi harus dibangun

HM Jusuf Rizal yang juga menjabat Sekjen DPP perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) menjelaskan, beberapa daerah di Jabar juga sangat kuat menganut oligarki kekuasaan dengan model kekerabatan atau nepotisme.

“Pengalaman LSM LIRA dibeberapa daerah yang ikatan kekeluargaannya kuat, misalnya memiliki dinasti politik, sangat susah membongkor berbagai kasus korupsi,” tegasnya.

Sebagai analogi, HM Jusuf Rizal pun menggubah pepatah, “Tali Rapia, Tali Sepatu. Sesama Mafia Musti Bersatu.”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60