KPK Panggil eks-Bupati Ponorogo Dalam Kasus TPPU Bupati Nganjuk

Jakarta, LiraNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Bupati Ponorogo 2010-2015 Amin terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Bupati Nganjuk periode 2013-2018 Taufiqurrahman (TFR).

Plt juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Amin akan digali keterangannya dalam kasus dugaan suap perekrutan dan pengelolaan ASN atau PNS di Kabupaten Nganjuk 2017. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” ujar Ali di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

KPK telah mengembangkan kasus ini dan menemukan dugaan adanya penerimaan lain yang dilakukan Taufiqurrahman dengan nilai sekitar Rp5 miliar, meliputi fee proyek, fee perizinan, dan fee promosi atau mutasi jabatan selama periode 2013-2017.

Taufiqurrahman diduga telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi berupa kendaraan yang diatasnamakan orang lain, tanah, dan uang tunai ataupun dalam bentuk lainnya.

Terhadap Taufiqurrahman disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dengan demikian, ada dua tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Taufiqurrahman yang telah diproses KPK. Yakni dugaan suap perekrutan dan pengelolaan ASN atau PNS di Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

Kedua, tindak pidana korupsi kedua yang dilakukan Taufiqurrahman adalah diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawan dengan kewajiban atau tugasnya.