Kpk, Sunny Tanuwidjaja Apakabarnya?

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Masih ingat dengan nama Sunny Tanuwidjaja?, sosok yang disebut-sebut ikut andil dalam kasus reklamasi. Diketahui, Sunny sempat dikatakan sebagai penyambung lidah antara pengembang dengan pihak legislatif dan pihak eksekutif. Terutama, dalam menyampaikan informasi kepada Gubernur Ahok.

Setelah namanya mengapung di media dan sempat dicegah keluar Negeri oleh Dirjen Imigrasi, hingga saat ini nama Sunny yang disebut sebagai orang dekat Ahok hilang bak ditelan bumi. Meski namanya secara gamblang disebutkan dalam proses pembahasan Ranperda dan skandal suap, Sunny dapat melenggang bebas. Sunny terakhir diperiksa KPK pada pertengahan tahun 2016 lalu.

Kenapa KPK yang biasa terkenal ganas dan tidak pandang bulu malah melempem terkait kasus yang melibatkan Ahok dan Sunny?. Apakah kasus suap yang telah menjatuhkan vonis kepada mantan politisi Gerindra, Sanusi tersebut telah usai. Bukankah pertemuan dalam rentetan pertemuan yang terkait kasus suap itu melibatkan nama besar lainnya, termasuk salah seorang taipan.

Nama Sunny pertama kali muncul adanya dugaan suap yang ditemukan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Pada saat itu, lembaga anti rasuah tersebut menemukan adanya indikasi pelanggaran atau temuan suap terkait proyek reklamasi yang digadang-gadangkan Ahok. Namun, pada saat proses hukumnya berlanjut, hingga saat ini keberadaan Sunny tidak diketahui publik.

Nama Sunny hilang dengan seiring makin menghangatnya kasus lain yang diungkap KPK, termasuk e-KTP. Namun publik tidak akan lupa dengan sosok Sunny. Kasus reklamasi ini sepertinya ada pawangnya, sehingga sulit tersentuh oleh hukum. Kenapa yang hanya dijerat Sanusi dan salah satu petinggi perusahaan pelaksana reklamasi, bukankah yang berkepentingan dengan pulau tersebut banyak perusahaan. Dan pengakuan dari terdakwa juga menyebutkan beberapa nama lain, kenapa KPK tidak mengusut tuntasnya?

Jika memang serius, KPK seharusnya mengunci Sunny, karena dia adalah sosok yang paling mengetahui aliran dana ke Ahok, terutama terkait reklamasi. Sebagaimana kabar yang beredar, adanya aliran dana hingga puluhan miliar ke Teman Ahok saat proses pencalonan dari jalur independen. Dengan memeriksa Sunny secara intensif, maka peluang untuk mengungkap kasus besar lainnya juga semakin terbuka.

Sejauhmana kedekatan Sunny dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Apakah benar Sunny bisa jadi penerang dalam membuka tabir kasus suap reklamasi Jakarta?. Berikut 5 hal tentang Sunny untuk membantu Anda menjawab seputar isu reklamasi Jakarta:

1. Kenal Ahok sejak 2009

Menurut Ahok, hubungannya dengan Sunny sudah seperti seorang teman. Hubungan itu terjalin sejak awal perkenalan pada 2009. Menurut pengakuan Ahok, Sunny awalnya dekat dengannya karena “staf khusus” Ahok itu sedang menulis disertasi untuk gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.

“Dia mau bikin tesis, lama-lama kita kaya temen saja, kan. Dia datang, kita enggak bayar dia gaji. Aku bilang sih dia lebih condong kaya temen. Bisa saja orang sebut staf khusus karena sering bolak-balik ke sini,” kata Ahok.

Sunny dikenal memiliki loyalitas tinggi pada Ahok. Bahkan sebelum Ahok memutuskan akan maju menjadi wakil gubernur pun, Sunny sudah ikut bersamanya. Sunny, kata Ahok, terkesan dengan gaya berpolitik Gubernur DKI Jakarta tersebut. Saking dekatnya, Sunny pernah mengundang Ahok ke Amerika.

“Dia undang saya ke Amerika, 2010 saya baru berangkat ke Amerika. Kembali, saya bilang mau cawagub DKI, dia pengen lihat.” kata Ahok.

2. Pernah bertemu Mega dan Surya Paloh

Setelah itu, Sunny mengatur jadwal keseharian Ahok pada 2012 lantaran saat itu Ahok tak memiliki staf, termasuk saat bertemu Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pilkada selesai dan Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pada 2014, kariernya menanjak menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden RI. Sunny tetap dekat dengan Ahok, tapi ia menolak menyebut Sunny sebagai stafnya.

3. Berada di lingkaran keluarga konglomerat

Sunny ternyata pernah bekerja pada Peter Sondakh. Peter adalah pengusaha minyak kelapa dan ekspor kayu melalui Rajawali Grup. Dia juga memiliki usaha media. Forbes merilis kekayaan Peter senilai 2,2 juta USD. Ahok juga menyebut Sunny juga dekat dengan bos Sinar Mas, Franky Widjaja. Franky adalah anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Dan istri Franky adalah sepupu Sunny.

4. Jadi direktur LSM yang didirikan Ahok

Ahok mengatakan hingga saat ini Sunny masih menjabat menjadi Direktur Executive dari LSM Centre for Democracy and Transparency (CDT). CDT merupakan lembaga kajian ilmiah dan opini publik yang didirikan oleh Ahok di Belitung. Lembaga tersebut berdiri sejak 2007. “Saya kan tidak boleh lagi pegang ormas, jadi saat dia datang dan bilang mau ambil doktor ilmu politik, ya saya kasih semua LSM ke teman-teman saya,” kata Ahok.

5. Blogger

Selain tertarik pada aktivitas Ahok, Sunny juga gemar menulis alias nge-blog. Tulisannya bisa dilihat di kolom Jakartabeat. Sayangnya terakhir dia menulis kolom pada 2011 dan tulisan tentang politik pada 2010.

KPK harus membongkar kasus reklamasi Jakarta hingga tuntas, karena banyak merugikan warga Jakarta, khususnya nelayan. Dimana proyek ini menjajah para nelayan dan tidak bisa lagi mencari nafkah dari sumber hasil bumi yakni laut. Dimana Jakarta, tidak akan ada lagi pantai yang indah untuk bisa mengisi waktu libur.

Banyak yang berharap proyek reklamasi yang banyak mudarat itu, tidak akan berlanjut. Diharapkan kepada pemimpin negeri ini bisa membuka pintu hatinya, jangan sampai menjajah dan merebut hak nelayan Jakarta. PURWANTO

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Tue Mar 28 , 2017
LiraNews.Com