Kpk Tetapkan Ketua Dpr Setya Novanto Jadi Tersangka Korupsi E-Ktp

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

“Setelah mencermati fakta persidangan dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Novanto, katanya, diduga berkongkalikong dengan orang dekatnya, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ketua Umum Partai Golkar itu melalui AA diduga memiliki peran, baik dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran, dan proses pengadaan barang dan jasa.

“Korupsi e-KTP sudah direncanakan sejak proses perencanaan pada tahap anggaran dan pengadaan barang dan jasa,” kata Agus.

Jaksa KPK dalam surat dakwaan kasus e-KTP memuat puluhan nama anggota DPR yang diduga menerima dana terkait proyek e-KTP. Duit diduga dibagi-bagikan agar pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR berjalan mulus.

Hasilnya, DPR mengetok palu pengesahan anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Angka itu, setelah dipotong pajak 11,5 persen, menjadi Rp 5,2 triliun. KPK menemukan bahwa hampir setengah dana e-KTP diduga dikorupsi.

Anggaran itu akan dipergunakan, 51 persen di antaranya atau setara Rp 2,6 triliun, untuk belanja modal. Sisa 49 persen atau setara Rp 2,5 triliun dibagi-bagikan. Semuanya tercantum di surat dakwaan.

Menurut surat dakwaan yang disusun KPK itu, Ketua DPR Setya Novanto diduga mendapatkan Rp 574 miliar. Uang untuk Setya menyampur dengan uang yang dinikmati oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang kini menjadi tersangka kasus e-KTP.

Dalam sidang e-KTP, April lalu, Setya membantah terlibat di kasus e-KTP. “Tidak benar itu,” katanya saat bersaksi. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60