Langkah Positif, Digitalisasi Pelayanan Di Spbu Pertamina

LiraNews, Jakarta — PT Pertamina pada Kamis, 30/05/2019 telah meresmikan 10 SPBU di tol Trans Jawa, dari 17 SPBU yang akan dioperasikannya. Peresmian dialkukan di rest area km 379 di Kabupaten Batang-Jawa Tengah, oleh Meneg BUMN, Rini Sumarno. Saya turut menghadiri acara peresmian dimaksud.

Sebelum menghadiri peresmian tersebut, saya mampir ke SPBU Pertamina di km 57 tol Jakarta Cikampek (Japek). Ada hal yang menarik di SPBU tersebut, yakni adanya digitalisasi pelayanan pada konsumennya, yakni mengisi BBM ke kendaraannya dengan cara swalayan (self service) dan berbasis digital. Menurut pengakuan GM MOR III Pertamina, digitalisasi pelayanan dilakukan sejak akhir 2018.  Pelayanan swalayan ini bukan hanya untuk kendaraan pribadi saja, tetapi juga untuk angkutan umum, seperti bus, bahkan untuk truk. Cara pengisian seperti ini di negara maju adalah hal yang lumrah. 

Praktiknya, petugas akan mendampingi konsumen mengisi BBM ditangki kendaraannya. Cara pengisian: konsumen harus mengisi beberapa fitur digital, seperti jenis bahan bakar yang diperlukan, cara pembayarannya (cash atau non cash), jumlah BBM yang diperlukan, dan struk pembayarannya dicetak/tidak. Prosesi pengisian oleh konsumen berjalan lancar, tak ada kendala berarti dan waktu pengisian juga singkat, sehingga tidak berdampak pada antrian, dan kemacetan.

Digitalisasi pelayanan di SPBU ini adalah hal yang positif untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen SPBU, terutama terkait akurasi takaran. Digitalisasi ini juga merupakan bentuk inovasi pelayanan publik, yang sejalan dengan era digital ekonomi. Oleh karena itu YLKI mendorong agar PT Pertamina memperbanyak pelayanan SPBU berbasis digital, khususnya SPBU di daerah perkotaan, dan kapasitas konsumen cukup tinggi. YLKI mengharapkan agar petugas SPBU tetap melakukan pendampingan sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan pada konsumennya. 

Demikian sedikit catatan terkait pelayanan SPBU Pertamina. 

Wassalam,

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI