Lawan Penularan COVID-19, HIMPIM Ajak Masyarakat Ikuti Arahan Pemerintah

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Himpunan Pemuda Indonesia Maju (HIMPIM) mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengikuti langkah pemerintah dalam memerangi penularan Pandemi COVID-19 atau Virus Corona.

Ketua Umum HIMPIM Mutiara Nur Adinda mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah menerapkan sosial distancing, isolasi terbatas.

Read More

banner 300250

“Kami juga mengajak masyarakay untuk mengikuti kebijakan pemerintah menerapkan karantina wilayah berdasarkan UU No 6 tahun 2018 tentang Karantina seperti meliburkan sekolah dan menggantinya dengan sistem belajar online,” jelas Mutiara.

“Wabah Virus COVID-19 ini sangat cepat menyebarnya. Kita harus menjaga kesehatan dan berdiam diri di rumah,” kata Mutiara, Selasa (24/3/2020).

Murtiara juga meminta masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan Sosial Distancing.

“Jangan berdekatan satu samalain dengan jarak terdekat 1 meter. Hal itu bertujuan untuk memperlambat proses penyebaran Covid-19,” jelas Mutiara.

Pada kesempatan sama, Sekertaris Jenderal HIMPIM Dienis Haning Safitri menghimbau masyarakat tidak perlu panik, namun tetap proaktif jika merasa memiliki gejala-gejala COVID-19.

Ia meminta, masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kesehatan yang disediakan pemerintah dan melakukan Rapid Test Corona untuk pemeriksaan imuniglobulin sebagai screening awal.

“Rapid test penting ya bagi yang memiliki gejala batuk, flue, sesak nafas, dan demam selama tiga hari. Ini harus segera diperiksa. Kalau hasil test dinyatakan positif. Maka si pasien ini harus mau diisolasi di rumah sakit,” terangnya.

Deinis juga meminta pemerintah segera meningkatkan dukungan yang diperlukan bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk penanganan Corona. Termasuk menggratiskan biaya pengobatan dan biaya tes spesimen bagi mereka yang terpapar Corona.

Selain memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah maupun masyarakat, HIMPIM sebagai organisasi kepemudaan juga mengambil langkah kongkrit untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan meluasnya penyebaran COVID-19.

Upaya-upaya yang akan dilakukan oleh HIMPIM adalah mengajak organisasi kepemudaan lainnya untuk bersama-sama mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melakukan pencegahan dan penanggulanan COVID-19.

Kata Denis, HIMPIN dalam waktu dekat akan melakukan langkah pencegahan dengan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker kepada yang membutuhkan.

“kita ada rencana untuk melakkan penyemprotan dibeberapa wilayah terjangkit dibeberapa daerah. Misalnya Cibinong, Tangerang dan daerah lainnya,” kata Dienis

Lanjut Dienis, pencegahan penularan COVID-19 adalah hal yang harus diperhatikan serius oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mengingat adanya bahaya penyebaran virus ini sudah menyebar luas di Indonesia.

“Kita yang tinggal di negeri ini perlu memahami bagaimana mengantisipasinya agar tidak sampai terkena infeksi yang berbahaya ini,” tegas Dienis.

Dienis pun meminta kepada para pemuda untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan bagamana cara penyebaran COVID-19 dan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona yang disarankan menurut WHO dan Kemenkes. Salah satunya mencuci tangan selama 20 detik.

“Sangat peting ya kita untu mencuci tangan. Setiap habis bersentuhan dengan orang lain atau memegang benda-benda yang umumnya dipegang oleh orang banyak. Sebab kuman yang menempel ditangan itu memicu infeksi, apalagi kebiasaan kita kan sering bangat menyentuh permukaan wajah,” jelas Dienis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jelas Mutiara, 64 kasus baru ditemukan di tujuh provinsi pada Senin (23/3/2020). Rinciannya: 40 kasus baru di DKI Jakarta, empat di Jawa Barat, satu di Jawa Tengah, 15 di Jawa Timur, satu di Kalimantan Selatan, dua di Papua serta satu di Maluku.

Berikut ini data lengkap persebaran 514 kasus positif virus corona di 20 provinsi per 22 Maret 2020: 1. Bali: 3 kasus (2 meninggal)2. Banten: 47 kasus (3 meninggal)3. DI Yogyakarta: 5 kasus4. DKI Jakarta: 307 kasus (29 meninggal)5. Jawa Barat: 59 kasus (9 meninggal)6. Jawa Tengah: 15 kasus (3 meninggal)7. Jawa Timur: 41 kasus (1 meninggal)8. Kalimantan Barat: 2 kasus9. Kalimantan Timur: 9 kasus10.

Kalimantan Tengah: 2 kasus11. Kalimantan Selatan: 1 kasus12. Kepulauan Riau: 4 kasus13. Sulawesi Utara: 1 kasus14. Sumatera Utara: 2 kasus (1 meninggal)15. Sulawesi Tenggara: 3 kasus16. Sulawesi Selatan: 2 kasus17. Lampung: 1 kasus18. Riau: 1 kasus19. Maluku: 1 kasus20. Papua: 2 kasus21. Dalam proses verifikasi di lapangan: 6 kasus.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60